Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12 WIB
Guest Pastry Chef, Kim Pangestu saat berdiskusi dengan pelaku usaha F&B di Semarang. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 46 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi kopi harian, sehingga menjadi peluang besar meningkatkan profitabilitas bisnis F&B.
  • Indomilk FnB Solutions mengadakan roadshow di lima kota untuk mengedukasi pelaku usaha mengenai strategi *coffee pairing* yang inovatif.
  • Penerapan konsep *bite-sized pastry* menggunakan bahan baku lokal berkualitas bertujuan meningkatkan nilai transaksi dan efisiensi biaya produksi.

SuaraJawaTengah.id - Tren konsumsi kopi yang tetap tinggi di tengah tekanan ekonomi dinilai menjadi peluang baru bagi pelaku industri makanan dan minuman (F&B) untuk meningkatkan penjualan. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha tidak hanya menjual minuman kopi, tetapi juga menghadirkan inovasi menu pendamping yang mampu meningkatkan nilai transaksi sekaligus menjaga profitabilitas usaha.

Berdasarkan temuan Jakpat 2025, sebanyak 46 persen masyarakat Indonesia merupakan konsumen kopi harian. Fenomena ini menunjukkan aktivitas minum kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang tetap bertahan meski daya beli sedang menghadapi tantangan.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan baku membuat pelaku industri kuliner dituntut lebih kreatif menciptakan produk baru yang efisien, tanpa mengurangi kualitas maupun pengalaman konsumen.

General Manager Cold Chain PT Indolakto, Adryan Widodo, mengatakan sinergi antara makanan dan budaya minum kopi merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan pelaku usaha.

“Sinergi antara sajian makanan berkualitas dan kebiasaan minum kopi masyarakat merupakan peluang emas yang harus ditangkap secara jeli oleh para pemilik bisnis. Melalui roadshow di 5 kota ini, Indomilk FnB Solutions ingin mendampingi pelaku F&B mengoptimalkan momentum tersebut secara komersial lewat strategi coffee pairing dan kreasi bite-sized pastry yang aplikatif,” ujarnya di Semarang, Sabtu (18/7/2026).

Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah konsep curated bite-sized pastry, yakni pastry berukuran kecil yang dirancang sebagai pendamping minum kopi. Selain mengikuti perubahan preferensi konsumen, konsep tersebut dinilai mampu membuka peluang up selling bagi pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe.

Guest Pastry Chef, Kim Pangestu, menilai tantangan terbesar industri kuliner saat ini adalah menjaga profit usaha ketika biaya produksi terus meningkat.

"Tantangan terbesar para chef dan pemilik usaha kuliner hari ini adalah bagaimana menjaga roda bisnis tetap sehat dan menguntungkan saat harga bahan baku terus melonjak naik. Melalui roadshow yang diadakan oleh Indomilk FnB Solutions ini, saya ingin menantang kemampuan dan kreativitas rekan-rekan chef di Indonesia. Mari bersama-sama menjadi game changer di industri ini dengan menciptakan diferensiasi menu yang unik, sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya melalui pemanfaatan produk berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada bahan baku impor."

Menurut Chef Kim, kualitas karya kuliner tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga teknik pengolahan yang tepat.

Baca Juga: Big Bad Wolf Kembali ke Semarang, Pengunjung Rela Antre Sejak Pagi demi Berburu Buku

Ia meyakini industri dalam negeri mampu menghasilkan produk berkelas dunia dengan biaya produksi yang lebih rasional melalui pemanfaatan bahan baku lokal berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut diperkenalkan berbagai kreasi pastry yang dipadukan dengan racikan kopi, mulai dari Lemon Raspberry Madeleine, Orange Cacao Spice Bread, Chocolate Sablé Cookie Caramel, hingga menu bercita rasa lokal seperti Gluten-Free Moringa Financier, Quiche Soto Ayam, dan Getuk Éclair.

Head Chef Hotel Aruss Semarang, Dhany Setiawan, menilai kolaborasi seperti ini menjadi momentum penting bagi industri kuliner untuk terus berinovasi.

“Kami percaya inovasi lahir dari kolaborasi. Kemitraan bersama Indofood F&B Solutions mendorong kami untuk melihat peluang baru dalam menu yang lebih kreatif dan relevan dengan tren pasar. Di saat yang sama, kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen Hotel Aruss Semarang untuk mendukung penggunaan butter lokal berkualitas, karena kemajuan industri kuliner Indonesia hanya bisa dicapai ketika para pelaku industrinya tumbuh bersama," ujarnya.

Sementara itu, Trade Marketing Food Service Manager PT Indolakto, Prita Utami Maheswari, menegaskan perusahaan tidak hanya menghadirkan produk dairy, tetapi juga solusi bagi pelaku usaha kuliner.

"Kombinasi produk esensial dari Indomilk FnB Solutions seperti Australian Butter Baking, Indomilk Good Milk UHT, dan Indomilk Susu Bubuk Full Cream kini menjadi andalan para pengusaha bakery. Rangkaian produk lokal berkualitas tinggi ini hadir sebagai solusi taktis untuk memastikan stabilitas adonan dan menjaga konsistensi rasa premium, sekaligus mengamankan efisiensi biaya produksi bagi para mitra kami."

Load More