- Satreskrim Polres Karanganyar menetapkan tiga tersangka berinisial WW, D, dan E yang belum ditahan.
- Penyidik menelusuri aliran dana rekrutmen yang diakui tersangka digunakan untuk keperluan pribadi pada 4 Agustus 2026.
- Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta menunggu laporan dari korban rekrutmen RSUD Karanganyar lainnya.
SuaraJawaTengah.id - Penyidikan kasus dugaan penggelapan dan perbuatan curang dalam proses rekrutmen karyawan BLUD RSUD Karanganyar terus dikembangkan.
Satreskrim Polres Karanganyar kini fokus menelusuri dugaan aliran dana yang berasal dari praktik tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang menerima uang.
Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan ke mana saja dana tersebut mengalir serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
"Masih kami dalami untuk mengetahui secara pasti penggunaan maupun kemungkinan aliran dana tersebut ke pihak atau tempat lain," kata Wikan, Selasa (4/8/2026).
Dalam proses penyidikan, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial WW, D, dan E. Ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik, namun belum dilakukan penahanan.
Wikan menjelaskan, keputusan untuk tidak melakukan penahanan diambil karena penyidik menilai syarat penahanan, khususnya syarat subjektif, belum terpenuhi.
"Tidak ditahan. Karena syarat penahanan belum terpenuhi, syarat subjektifnya," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku dana yang diduga berasal dari praktik tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman guna memastikan kebenaran keterangan tersebut.
"Kalau untuk pengakuan sementara digunakan untuk pribadi. Tapi kalau untuk aliran dananya masih dalam proses pengembangan," jelas Wikan.
Baca Juga: Pekerja Toko Buku Gelapkan Uang Rp 1,1 Miliar, Polres Magelang Ringkus Pelaku
Hingga saat ini, kepolisian juga belum menerima laporan tambahan dari pihak lain yang merasa menjadi korban dalam kasus tersebut.
"Sementara belum ada yang lapor," ungkapnya.
Meski demikian, penyidik tetap membuka peluang adanya korban lain yang belum melapor.
Polisi masih mengembangkan perkara untuk mengungkap seluruh rangkaian dugaan tindak pidana, termasuk menelusuri aliran dana serta pihak-pihak yang kemungkinan terlibat.
Proses hukum terhadap kasus dugaan penggelapan dan perbuatan curang dalam rekrutmen karyawan BLUD RSUD Karanganyar masih terus berjalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim