- Dinas Kesehatan Kota Semarang menyelidiki dugaan keracunan massal yang melibatkan 707 orang di SMK Negeri 6 Semarang pada Jumat (31/7/2026).
- Sebanyak enam siswi masih dirawat di fasilitas kesehatan pada Senin (3/8/2026) sambil menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan.
- Evaluasi awal menunjukkan penyedia makanan melanggar 16 dari 19 SOP, termasuk durasi pengolahan yang terlalu lama.
SuaraJawaTengah.id - Penyelidikan penyebab dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Semarang masih terus berlangsung.
Di tengah proses investigasi tersebut, enam siswi dilaporkan masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam mengatakan, dari total 707 siswa dan guru yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan program MBG.
Lima orang masih dirawat di rumah sakit, sementara satu siswi yang sebelumnya menjalani perawatan di puskesmas terpaksa dirujuk karena kondisinya melemah.
"Hari ini masih ada enam yang dirawat. Satu pasien yang sebelumnya di puskesmas dirujuk karena kondisinya lemas," kata Hakam dilansir, Selasa (4/8/2026).
Menurut Hakam, hingga kini Dinkes belum dapat memastikan penyebab insiden yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) tersebut. Kepastian baru bisa diperoleh setelah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan selesai dilakukan.
Sampel yang diuji meliputi menu rendang, daun singkong, tahu, dan telur puyuh. Proses pemeriksaan diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan karena seluruh sampel harus melalui tahapan kultur untuk mendeteksi kemungkinan adanya kontaminasi bakteri.
"Samplenya harus kami biakkan terlebih dahulu untuk memastikan apakah terdapat bakteri atau tidak," ujarnya.
Selain pemeriksaan laboratorium, Dinkes juga melakukan penelusuran terhadap seluruh korban untuk mengidentifikasi makanan yang diduga menjadi pemicu keluhan.
Baca Juga: Semarang Capai UHC 100 Persen, BPJS Kesehatan Perluas Layanan Jantung hingga Kanker
Hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 49 persen korban menduga rendang sebagai penyebab gejala yang dialami. Sementara sekitar 40 persen mengarah pada telur puyuh, sedangkan sisanya menyebut daun singkong.
Di sisi lain, evaluasi awal terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan sejumlah pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP). Dari total 19 SOP yang wajib diterapkan, hanya tiga yang dinilai telah dijalankan, sedangkan 16 lainnya belum dipenuhi.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah waktu pengolahan makanan. Berdasarkan hasil evaluasi, makanan untuk siswa SMK Negeri 6 Semarang mulai dimasak sekitar pukul 21.00 WIB dan baru didistribusikan kepada para siswa sekitar pukul 09.00 WIB keesokan harinya.
Meski demikian, Hakam menegaskan temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab dugaan keracunan.
Dinkes masih menunggu hasil laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya kontaminasi bakteri, seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), maupun Bacillus cereus.
Saat ini enam korban masih menjalani perawatan di RS KRMT Wongsonegoro, RS Panti Wilasa Citarum, dan Puskesmas Bangetayu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar
-
Sumur Minyak Rakyat Belum Jadi PAD, Blora Desak BPE Lebih Agresif Cari Investor