- Ekonomi Jawa Tengah triwulan II 2026 menguat karena industri pengolahan dan perdagangan meningkat pesat.
- Lonjakan ekspor barang industri serta momen libur panjang dan Piala Dunia 2026 mendorong pertumbuhan perdagangan.
- Konsumsi rumah tangga sebagai penopang terbesar mengalami perlambatan meskipun indeks keyakinan konsumen tetap optimis.
SuaraJawaTengah.id - Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II 2026 menunjukkan penguatan dari sisi industri dan perdagangan. Namun, di tengah kencangnya ekspor dan aktivitas perdagangan, konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang terbesar ekonomi Jateng justru mulai melambat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M Noor Nugroho mengatakan, industri pengolahan menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama ekonomi Jateng. Pada triwulan II 2026, sektor tersebut tumbuh 5,03 persen secara tahunan (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,04 persen.
Penguatan industri terutama didorong oleh lonjakan ekspor barang industri yang mencapai 41,26 persen (yoy).
Komoditas tekstil dan produk tekstil (TPT), kayu dan furnitur, alas kaki, serta bahan makanan menjadi sejumlah komoditas yang mendorong kinerja ekspor Jateng.
“Peningkatan kinerja Industri Pengolahan terutama dipengaruhi oleh peningkatan kinerja ekspor barang industri,” kata Noor di Semarang, Selasa (11/8/2026).
Tak hanya industri, sektor perdagangan juga menunjukkan akselerasi. Perdagangan tumbuh 7,52 persen (yoy) pada triwulan II 2026, naik signifikan dari 5,22 persen pada triwulan sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didukung konsumsi masyarakat yang tetap terjaga selama Idul Adha dan periode libur panjang, ketika mobilitas masyarakat meningkat 5,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fenomena lain yang ikut menggerakkan perdagangan adalah Piala Dunia 2026. Ajang sepak bola tersebut turut mendorong penjualan jersey, aksesori, dan berbagai produk terkait.
Sektor akomodasi serta makan dan minum juga mencatat pertumbuhan tinggi, yakni 12,80 persen (yoy). Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibanding pertumbuhan triwulan I 2026 sebesar 14,14 persen.
Baca Juga: Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah
Di balik penguatan sejumlah sektor tersebut, terdapat sinyal yang perlu diperhatikan dari konsumsi rumah tangga.
Konsumsi rumah tangga yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB Jateng, yakni 59,73 persen, masih tumbuh 4,31 persen secara tahunan. Namun, pertumbuhan itu melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 5,08 persen.
BI menyebut perlambatan tersebut belum menunjukkan pelemahan daya beli secara signifikan. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan II 2026 masih berada di level optimis.
Meski begitu, angka tersebut menunjukkan bahwa mesin ekonomi Jateng tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi domestik. Penguatan industri, ekspor, perdagangan, investasi, serta sektor jasa menjadi semakin penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan.
Dengan kata lain, ekonomi Jateng tengah mendapat dorongan kuat dari ekspor dan aktivitas usaha, sementara konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi mesin terbesar mulai menunjukkan tanda perlambatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG