- Remaja bernama M. Fahri Maulana tewas setelah terjatuh ke dasar kawah Gunung Slamet pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Korban terjatuh sedalam sekitar 20 meter akibat tanah di bibir kawah yang tiba-tiba ambrol saat proses pendakian.
- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban melalui jalur Guci dan membawanya ke Puskesmas Bumijawa.
Saat itu kondisi di lokasi masih cukup terang. Tim kemudian berupaya mengevakuasi jenazah Fahri dari dasar kawah.
Proses evakuasi selanjutnya dilakukan melalui jalur Guci, Kabupaten Tegal, bukan melalui jalur pendakian yang sebelumnya digunakan Fahri.
Jalur tersebut dipilih karena aksesnya dinilai lebih memungkinkan untuk proses membawa jenazah turun dari kawasan puncak.
Tim SAR kemudian membawa jenazah menuju Basecamp Permadi Guci. Perjalanan turun diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam.
"Mari kita doakan bersama semoga tim diberikan kelancaran dan kemudahan dalam proses evakuasi sehingga selamat sampai basecamp Permadi," ujar Budiono.
Hampir 100 Orang Terlibat
Perjuangan membawa Fahri turun dari Gunung Slamet berlangsung hingga dini hari.
Jenazah akhirnya berhasil tiba di Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal, pada Rabu (19/8) sekitar pukul 02.15 WIB.
Dari basecamp, jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Bumijawa, Tegal, untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
Baca Juga: Relawan Ungkap 7 Kejanggalan hingga Dugaan Mistis Dalam Penemuan Syafiq Ali di Gunung Slamet
"Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Bumijawa Tegal untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga," kata Budiono, Rabu.
Menurut Budiono, proses evakuasi berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Kondisi cuaca yang cerah turut membantu tim dalam membawa jenazah turun dari kawasan Gunung Slamet.
"Proses evakuasi berjalan lancar. Tidak ada hambatan berarti selama proses evakuasi, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik," ujarnya.
Evakuasi Fahri melibatkan hampir 100 personel.
Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pengelola basecamp pendakian di sekitar Gunung Slamet, potensi SAR dari wilayah Tegal, Pemalang dan Pekalongan, hingga warga sekitar.
Budiono mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses panjang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Geger! Janjikan Haji Bersubsidi Rp100 Juta, Warga Solo Ditangkap Usai Korban Gagal Berangkat
-
Ekonomi Jateng Tumbuh 5,8 Persen, Kemiskinan Masih 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Akui Masih Banyak PR
-
Baru 100 Meter Tinggalkan SPBU, Mobil Xenia di Semarang Terbakar
-
Pendakian Terakhir Fahri di Gunung Slamet, Jatuh ke Kawah Saat Tertinggal dari Tiga Temannya
-
BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah Terdampak Gempa NTT