- Jasad pendaki Syafiq Ridhan ditemukan meninggal dunia pada 14 Januari 2026 setelah 17 hari pencarian di area yang berulang kali disisir.
- Relawan melaporkan kejanggalan karena jasad tidak terlihat padahal area tersebut sudah intensif dilewati tim SAR gabungan.
- Syafiq diduga meninggal akibat hipotermia di medan berbatu dan aliran sungai, sementara evakuasi sempat tertunda cuaca buruk.
SuaraJawaTengah.id - Penemuan jasad pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan di Gunung Slamet meninggalkan duka sekaligus tanda tanya.
Setelah 17 hari pencarian, Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area yang disebut telah berulang kali disisir sejak awal operasi pencarian.
Sejumlah relawan pun mengungkap berbagai kejanggalan, termasuk pengalaman yang dikaitkan dengan hal-hal di luar nalar.
Berikut rangkuman fakta dan kesaksian relawan berdasarkan transkrip pencarian.
1. Ditemukan di Hari ke-17 di Lokasi yang Sudah Disisir
Syafiq ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar 5 kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet. Lokasi tersebut berada di kawasan bebatuan dan aliran sungai kecil.
Menurut relawan, area ini sudah dilalui dan disisir berkali-kali sejak hari-hari awal pencarian, namun jasad korban tidak terlihat sebelumnya
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan relawan, mengingat pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dan relawan independen secara intensif.
2. Kesaksian Relawan Soal Kejanggalan Pencarian
Baca Juga: Warga Sumbang Tolak Tambang Kaki Gunung Slamet: Lingkungan Rusak, Masa Depan Terancam!
Salah satu relawan independen, Amrul, mengaku heran dengan proses pencarian yang berlangsung lama. Ia menyebut sejak hari kedua hingga hari ke-17, area tersebut tidak menunjukkan tanda keberadaan korban meski sudah dilewati tim pencari.
Menurut Amrul, dalam proses pencarian bahkan sempat melibatkan anak Indigo dari Kabupaten Cilacap. Ia menyebut ada pernyataan bahwa jasad korban “tertutup” secara gaib sehingga tidak terlihat oleh mata biasa
3. Kondisi Lokasi dan Temuan Barang Korban
Dari dokumentasi yang diterima relawan, Syafiq ditemukan dalam posisi tertelungkup di antara bebatuan.
Jaket dan celana pendek masih melekat di tubuh korban, sementara celana panjang terlepas separuh. Beberapa barang pribadi seperti sepatu, dompet, dan ponsel ditemukan terpisah namun tidak jauh dari lokasi jasad
Kondisi medan yang berbatu, tandus, dan dipenuhi aliran air kecil menjadi tantangan besar dalam proses pencarian dan evakuasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Didakwa Pasal Berlapis, Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Tak Ajukan Keberatan
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau