- Ari Purwanto merintis usaha Karfuan Coffee di Semarang sejak 2021 hingga kini memiliki toko fisik dan mempekerjakan tiga orang.
- Pemanfaatan platform digital marketplace Shopee membantu bisnis kopi tersebut mencapai omzet sekitar Rp40 juta per bulan dengan jangkauan pengiriman lintas daerah.
- Beragam produk konsentrat kopi berkualitas dipasarkan secara luas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setia serta para pelaku usaha minuman di berbagai wilayah.
SuaraJawaTengah.id - Bagi Ari Purwanto, 26, kopi bukan sekadar minuman. Dari sebuah usaha kecil yang dirintis secara otodidak, ia perlahan mengubah tren ngopi yang semakin populer menjadi peluang bisnis yang mampu menghidupi tiga pekerja sekaligus menjangkau pelanggan di berbagai daerah.
Ari merupakan pemilik Karfuan Coffee yang beralamat di Jalan Pringgodani I, Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Usahanya bermula ketika ia mulai mengenal dunia belanja online pada 2021.
Saat itu, Ari yang sebelumnya bekerja di bidang alat kopi melihat adanya peluang dari meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi. Ia pun mencoba berjualan produk kopi melalui marketplace.
"Saya dulu melihat alat kopi, kemudian melihat ada peluang di kopi. Akhirnya saya usaha kopi," kata Ari ditemuai Suara.com pada Rabu (19/8/2026).
Ia merintis toko fisiknya pada 2023. Sebelumnya, Ari menjalankan usaha tersebut dari kamar kos yang sempit. Sedikit demi sedikit, bisnisnya berkembang hingga akhirnya aktivitas produksi dan penjualan kini dilakukan dari rumahnya.
Perjalanan tersebut tidak berlangsung instan. Ari mengaku harus belajar sendiri mengenai bisnis, pemasaran hingga bagaimana memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen.
Shopee menjadi salah satu kanal yang membantunya mengembangkan pasar. Dari yang awalnya hanya mengandalkan penjualan kecil-kecilan, kini pesanan melalui marketplace bisa mencapai sekitar 25 transaksi per hari.
"Mulai dari nol. Sedikit-sedikit berkembang. Iklannya juga harus dimaksimalkan, terutama gambar, video, dan produknya," ujarnya.
Dari penjualan melalui Shopee saja, omzet Karfuan Coffee kini bisa mencapai sekitar Rp40 juta per bulan. Usaha tersebut juga telah mempekerjakan tiga orang, yang seluruhnya merupakan anggota keluarga dan kerabat Ari.
Baca Juga: Pengacara Yoyok Sukawi Bantah Aset Disita, Kuasa Jual Juga Ditolak PN Semarang
Namun, di balik angka omzet tersebut, ada fase panjang yang harus dilalui Ari. Selama sekitar satu setengah tahun, ia memilih tidak mengambil gaji dari usaha yang dirintisnya.
Penghasilan yang diperoleh diputar kembali untuk membeli peralatan dan mengembangkan bisnis.
"Sampai satu setengah tahun saya tidak mengambil gaji. Hasilnya diputar lagi untuk beli alat," katanya.
Perlahan, keputusan itu mulai membuahkan hasil. Produk Karfuan Coffee kini tidak hanya dibeli pelanggan di Semarang, tetapi juga dikirim ke berbagai wilayah Pulau Jawa hingga Kalimantan.
Salah satu produk yang menjadi andalan adalah konsentrat kopi atau espresso yang banyak digunakan untuk membuat minuman kopi siap jual. Produk tersebut juga dipasarkan dalam paket bersama gula aren.
Ada paket kopi empat liter plus gula aren seharga Rp216 ribu yang diklaim dapat bertahan hingga sekitar 21 hari. Ada pula paket robusta satu liter seharga Rp80 ribu yang dilengkapi alat takar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Luthfi Tantang Kepala Daerah Jaga APBD: Tak Boleh Ada Satu Rupiah Pun Salah Sasaran
-
Unsoed Buka Suara Usai Rektor Kena OTT KPK: Warek I dan Warek 4 Pegang Kendali Pimpinan
-
BRI Group Makin Diakui, Raih Enam Penghargaan Bergengsi Asia 2026
-
BRI Dukung Potensi Bank Emas Indonesia Lewat Ekosistem Emas Terintegrasi