Budi Arista Romadhoni
Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB
Pengemasan produk Karfuan Coffee yang siap dikirim ke pembeli. [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]
Baca 10 detik
  • Ari Purwanto merintis usaha Karfuan Coffee di Semarang sejak 2021 hingga kini memiliki toko fisik dan mempekerjakan tiga orang.
  • Pemanfaatan platform digital marketplace Shopee membantu bisnis kopi tersebut mencapai omzet sekitar Rp40 juta per bulan dengan jangkauan pengiriman lintas daerah.
  • Beragam produk konsentrat kopi berkualitas dipasarkan secara luas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setia serta para pelaku usaha minuman di berbagai wilayah.

Ari juga menyediakan produk dengan kualitas premium. Salah satunya kopi yang dipasarkan untuk kebutuhan kafe di kawasan Kota Lama Semarang dengan harga sekitar Rp85 ribu per liter.

Menurut Ari, bisnis kopi mulai terasa semakin berkembang sejak 2025. Saat itu, tren kopi keliling atau "starling" yang berjualan di pinggir jalan ikut membuka pasar baru bagi produk kopi dalam bentuk konsentrat.

"Dulu saya hanya kerja di alat kopi. Kemudian mulai tren kopi starling yang keliling di pinggir jalan. Dari situ bisnis ini mulai booming," ujarnya.

Untuk menjaga rasa, Ari tidak sembarangan berganti pemasok. Biji kopi yang digunakan dipilih secara konsisten dan dipesan dari roaster yang sama. Beberapa bahan bakunya berasal dari Salatiga dan Temanggung.

Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari house blend Aceh Gayo, robusta Temanggung, arabika Temanggung hingga house blend dari Kendal.

Di tengah persaingan bisnis kopi yang semakin ramai, pelanggan berulang menjadi salah satu penopang usaha Ari. Saat ini ia mencatat sekitar 50 pelanggan yang rutin melakukan repeat order.

Meski demikian, bisnis kopi tetap memiliki pasang surut. Ari menyebut pertengahan bulan biasanya menjadi masa yang lebih sepi. Pesanan mulai kembali meningkat menjelang akhir bulan.

Kini Ari mulai menatap tahap berikutnya. Ia ingin memindahkan usahanya ke tempat yang lebih luas, menambah peralatan sekaligus memperbanyak produk.

Tidak hanya menjual kopi siap konsumsi, ia juga ingin menyediakan berbagai perlengkapan bagi masyarakat yang ingin membuat kopi sendiri di rumah.

Baca Juga: Pengacara Yoyok Sukawi Bantah Aset Disita, Kuasa Jual Juga Ditolak PN Semarang

"Ke depannya ingin mencari tempat yang lebih luas, menambah produk dan alat. Jadi orang bisa beli kopi sekaligus alat-alat kalau mau ngopi di rumah," katanya.

Marketplace Membuka Akses Pasar UMKM

Owner Karfuan Coffee, Ari Purwanto (kiri) memproduksi kopi konsentrat. [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]

Kisah Ari menunjukkan bagaimana perubahan perilaku konsumen dan pertumbuhan ekonomi digital membuka ruang baru bagi pelaku UMKM. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini dapat menjangkau konsumen lintas daerah melalui marketplace.

Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita mengatakan UMKM dan produk lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Menurutnya, berbagai inovasi, program, dan fitur terus dikembangkan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, baik di pasar lokal maupun global.

"Melalui inisiatif dan program UMKM seperti Kampus UMKM Shopee dan Program Ekspor Shopee, kami ingin membuka lebih banyak akses, peluang, dan dukungan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta menjangkau pasar yang lebih luas," kata Satrya.

Load More