- Anak penjual bubur kacang bernama Rima berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik Prodi KPI UIN Walisongo Semarang.
- Rima menyelesaikan kuliah dengan penuh perjuangan sambil bekerja sambilan dan menghadapi kondisi ayahnya yang sedang sakit.
- Skripsi Rima mengkaji strategi komunikasi Pondok Pesantren Sabilul Huda Brebes dalam meningkatkan citra positif lembaga pendidikan Islam.
SuaraJawaTengah.id - Dulu, kuliah bagi Rima hanya sebatas angan-angan. Berasal dari keluarga sederhana, ia tidak pernah membayangkan suatu hari bisa berdiri sebagai lulusan terbaik Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah.
Namun, keterbatasan ekonomi tidak membuat perempuan yang dikenal sebagai anak penjual bubur kacang itu berhenti bermimpi.
Rima justru menjalani kuliahnya dengan penuh perjuangan. Di tengah aktivitas akademik, ia harus bekerja sebagai pekerja lepas dan tetap aktif berorganisasi untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Baginya, bisa bertahan hingga menyelesaikan pendidikan saja sudah merupakan pencapaian besar.
Karena itu, ketika namanya diumumkan sebagai wisudawan terbaik, Rima mengaku tidak pernah benar-benar menyangka.
“Saya tidak menyangka. Menjadi wisudawan terbaik ini saya anggap sebagai bonus dan hadiah dari Allah atas perjalanan panjang yang saya jalani,” katanya di Semarang, Sabtu (22/8/2026).
Perjalanan tersebut semakin berat ketika sang ayah, Amirudin, jatuh sakit.
Di tengah kondisi keluarga yang tidak mudah, sang ibu, Saryuni, tetap menjadi sumber kekuatan. Sebagai ibu rumah tangga, ia terus memberikan doa, motivasi, dan dukungan kepada Rima agar tidak menyerah menyelesaikan pendidikan.
Justru dari perjuangan kedua orang tuanya itulah Rima menemukan alasan untuk terus bertahan.
Baca Juga: Pengacara Yoyok Sukawi Bantah Aset Disita, Kuasa Jual Juga Ditolak PN Semarang
“Kalau mereka terus berjuang untuk saya, saya juga tidak boleh menyerah terhadap perjuangan yang sudah saya mulai,” tuturnya.
Kalimat itu menjadi pegangan Rima ketika harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, organisasi, dan persoalan keluarga.
Ia tidak memasang target muluk selama menjalani pendidikan. Baginya, lulus tepat waktu sudah cukup.
Namun, perjuangan panjang tersebut akhirnya membawa hasil lebih dari yang ia bayangkan.
Rima berhasil menyelesaikan skripsi berjudul “Strategi Komunikasi Kehumasan Pondok Pesantren Sabilul Huda Kabupaten Brebes dalam Meningkatkan Citra Positif sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang Terpercaya.”
Melalui penelitian tersebut, ia mengkaji bagaimana lembaga pendidikan Islam membangun citra positif sekaligus mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui strategi komunikasi dan kehumasan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Duh! 681 Kendaraan KDKMP Temanggung Sudah Tiba, Koperasi Belum Beroperasi
-
BMKG Petakan Kondisi Tanah hingga Kerusakan Pascagempa NTT
-
KPK Bongkar Modus Jual-Beli Kursi Unsoed: Rektor Beri Akses User ID untuk Loloskan Camaba