Budi Arista Romadhoni
Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, di samping Jokowi. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara Yudha WK Putra menyesalkan pernyataan pribadi Budi Arie terkait percepatan sebelum 2029.
  • Yudha menegaskan pernyataan tersebut bukan representasi sikap Joko Widodo maupun jaringan relawan pendukung Prabowo-Gibran.
  • Seluruh relawan berkomitmen mengawal penuh program pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan tahun 2029.

SuaraJawaTengah.id - Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara, Yudha WK Putra, menyesalkan pernyataan pribadi Budi Arie yang beredar dalam potongan video viral terkait isu “percepatan sebelum 2029”. 

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak dapat dianggap sebagai representasi sikap Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo maupun relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka.

Yudha WK Putra menegaskan bahwa hingga saat ini relawan yang tergabung dalam berbagai elemen pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tetap konsisten memberikan dukungan penuh terhadap pemerintahan yang sedang berjalan untuk menuntaskan seluruh program nasional dalam visi Asta Cita hingga tahun 2029.

“Kami tegaskan bahwa pernyataan Budi Arie adalah sikap pribadi dan bukan representasi sikap Bapak Joko Widodo maupun relawan Gibran. Relawan tetap solid mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran hingga akhir masa jabatan,” ujar Yudha WK Putra.

Menurut Yudha, dalam berbagai kesempatan Presiden ke-7 Joko Widodo juga pernah menyampaikan dukungannya terhadap kepemimpinan Prabowo–Gibran untuk melanjutkan pembangunan nasional, termasuk harapan agar pemerintahan tersebut dapat berjalan dengan baik dalam dua periode sesuai mekanisme demokrasi dan pilihan rakyat.

Sebagai Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara yang juga menjabat Sekretaris Forum Komunikasi Relawan Gibran (Forkom Relawan Gibran), Yudha memastikan bahwa seluruh relawan tetap berada pada garis perjuangan yang sama, yakni mengawal dan menyukseskan program-program strategis pemerintah tanpa terpengaruh oleh pernyataan pribadi pihak tertentu.

“Intinya kami semua menyayangkan dan menyesalkan pernyataan tersebut. Kami berharap ke depan setiap tokoh maupun relawan dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” tegasnya.

Yudha menambahkan, relawan Bocahe Gibran Nusantara bersama jaringan relawan yang tergabung dalam Forkom Relawan Gibran akan terus menjaga komitmen untuk mendukung stabilitas pemerintahan, mengawal pelaksanaan program Asta Cita, serta memberikan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga berakhirnya masa jabatan pemerintahan periode 2024–2029.

Baca Juga: Cerita Warga Jateng Mimpikan Gibran Rakabuming Raka Dampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Load More