- Rumah Arsip Banjoemas mengajukan 140 foto bersejarah tahun 1900 hingga 1970-an untuk Memori Kolektif Bangsa ANRI.
- Pengumpulan arsip foto tersebut melibatkan pencarian dari kolektor pribadi, pasar barang antik, hingga luar negeri.
- Upaya penyelamatan arsip ini dilakukan bersama 17 lembaga untuk memperkuat sejarah jaringan dagang dan budaya batik Indonesia.
SuaraJawaTengah.id - Sejarah batik Indonesia tidak hanya tersimpan dalam kain dan motif, tetapi juga dalam foto-foto lama yang merekam bagaimana batik digunakan, diperdagangkan, hingga menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat.
Jejak sejarah itu kini coba diselamatkan Rumah Arsip Banjoemas melalui sekitar 140 foto bersejarah dari Banyumas yang disertakan dalam pengusulan Memori Kolektif Bangsa (MKB) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui nominasi bertajuk “Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023.”
Ratusan foto tersebut merekam kehidupan masyarakat dan penggunaan kain batik, khususnya di Banyumas, dalam rentang waktu sekitar 1900 hingga 1970-an.
Bagi Rumah Arsip Banjoemas, foto-foto tersebut bukan sekadar dokumentasi visual masa lalu. Di dalamnya tersimpan informasi mengenai perkembangan batik, para pembatik, motif yang berkembang, cara masyarakat mengenakan batik, hingga identitas sosial pada zamannya.
Founder Rumah Arsip Banjoemas, Jatmiko Wicaksono mengatakan, setiap foto dapat menjadi potongan penting untuk membaca kembali perjalanan masyarakat Banyumas sekaligus posisi batik dalam kehidupan sosial dan budaya.
“Mengumpulkan arsip foto batik bukan hanya mencari gambar lama. Setiap foto merupakan jejak peradaban yang menyimpan cerita tentang para pembatik, motif yang berkembang, cara batik digunakan, sampai identitas masyarakat Banyumas pada zamannya,” kata Jatmiko, Minggu (30/8/2026).
Menurut Jatmiko, proses menyelamatkan arsip tersebut bukan pekerjaan mudah. Banyak koleksi bersejarah telah berpindah tangan dan tersebar di berbagai tempat.
Sebagian ditemukan dari kolektor pribadi, pengepul barang bekas, pasar barang antik, bahkan koleksi yang telah berada di luar negeri.
Karena itu, setiap foto yang berhasil ditemukan kembali dinilai memiliki arti penting. Foto tersebut tidak hanya menghidupkan kembali gambaran masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber untuk menelusuri perubahan sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat.
Baca Juga: Kematian Lansia di Banyumas Terungkap, Diduga Dibunuh Istri Sendiri
“Sejarah tidak hanya ditulis melalui buku, tetapi juga dapat direkam dan diwariskan melalui sebuah foto,” ujarnya.
Dari Arsip Lokal ke Memori Kolektif Bangsa
Pengusulan Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023 dilakukan secara bersama-sama oleh 17 lembaga dan pemilik koleksi.
Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari dinas kearsipan, perpustakaan, museum, komunitas, yayasan, hingga pelaku batik.
Keterlibatan Rumah Arsip Banjoemas membuat arsip batik dari Banyumas turut ditempatkan dalam narasi yang lebih luas mengenai jaringan perdagangan dan perkembangan budaya batik di Indonesia.
Jatmiko mengatakan koleksi yang dirawat Rumah Arsip Banjoemas tidak semata-mata berkaitan dengan Banyumas. Arsip tersebut juga menjadi bagian dari rekaman perjalanan budaya, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa lampau.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan