- Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan Pemprov Jawa Tengah menerapkan sistem PSEL dan RDF untuk mencapai target zero sampah 2029 pada Jumat (28/8/2026) di Bali.
- Pemprov Jawa Tengah bekerja sama dengan Danantara dan KSAD mengolah sampah harian serta timbunan TPA Jatibarang menjadi energi listrik dan solar.
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan penghargaan kategori Lingkungan ASRI kepada Pemprov Jawa Tengah atas keberhasilan pengelolaan sampah tersebut.
Selain Jatibarang, pemerintah juga mendorong pengolahan timbunan sampah di kawasan Soloraya. Pemprov Jateng bahkan telah mengarahkan investor untuk melihat peluang pengembangan sektor pengolahan sampah tersebut.
Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam melihat sampah. TPA tidak lagi diposisikan sebagai titik akhir seluruh persoalan sampah, tetapi juga sebagai sumber material yang masih dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi.
Dari Hulu, Bukan Sekadar Bereskan TPA
Meski teknologi pengolahan sampah terus dikembangkan, Luthfi menegaskan persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pengolahan di hilir.
Kesadaran masyarakat di tingkat hulu menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Karena itu, Pemprov Jateng juga mendorong program desa mandiri sampah sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.
"Pengelolaan sampah tidak hanya terkait mengolah timbunan sampah yang menumpuk di TPA saja. Jauh dari itu, pengelolaan di sektor hulu juga menjadi target penanganan," katanya.
Menurut dia, perubahan perilaku masyarakat menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan sampah. Teknologi pengolahan di hilir harus berjalan beriringan dengan upaya mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Strategi tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Dalam acara yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pengelolaan sampah dan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Baca Juga: Pengeboran PLTP Gunung Ungaran Bisa Dihentikan Jika Potensi Tak Terbukti
Presiden, kata Tito, juga telah menetapkan target zero sampah pada 2029. Karena itu, daerah yang mampu menunjukkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan mendapat apresiasi sekaligus insentif fiskal.
Penghargaan tersebut kemudian diberikan kepada Pemprov Jateng untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dalam Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II-2026.
Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group itu diterima langsung oleh Ahmad Luthfi.
Selain Jawa Tengah, Jawa Timur juga mendapat apresiasi pada kategori yang sama. Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Wonosobo menjadi daerah terbaik untuk kategori tersebut.
Bagi Luthfi, penghargaan itu bukan menjadi titik akhir, melainkan pemacu bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat.
"Dari Jawa Tengah banyak yang dapat penghargaan, termasuk pemerintah provinsi. Ada Kabupaten Rembang, Kota Tegal, Kota Salatiga, dan Kabupaten Wonosobo. Ini menjadi motivasi kita untuk lebih giat dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat," ujar Luthfi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
BPK Audit 4 Sektor Strategis Pemprov Jateng, Taj Yasin Minta Seluruh OPD Buka Data
-
Dari Warung hingga Usaha Menengah, BRI Kucurkan Rp1.235 Triliun ke UMKM
-
BRI Makin Kokoh Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Laba Capai Rp31,2 Triliun
-
Meneladani Jejak R.M. Margono, UT Purwokerto Awali Rangkaian Halaqah dengan Ziarah dan Doa Bersama
-
Jateng Kejar Zero Sampah 2029, Ribuan Ton Sampah Disulap Jadi Listrik dan Bahan Bakar