- Ditreskrimsus Polda Jateng membongkar penyalahgunaan subsidi energi di Kebumen, Demak, dan Sukoharjo.
- Empat tersangka diamankan karena memodifikasi kendaraan dan memindahkan isi LPG subsidi demi meraup keuntungan.
- Kasus penyelewengan berbagai komoditas energi tersebut ditaksir menyebabkan kerugian mencapai lebih dari Rp11,2 miliar.
SuaraJawaTengah.id - Subsidi energi yang semestinya dinikmati masyarakat justru diduga dibajak menjadi ladang keuntungan oleh jaringan pelaku di Jawa Tengah.
Modusnya bukan sekadar membeli BBM subsidi dalam jumlah besar. Polisi menemukan kendaraan yang dimodifikasi menjadi “tangki berjalan”, penggunaan belasan pelat nomor dan barcode untuk mengakali pembelian, hingga praktik memindahkan LPG subsidi ke tabung nonsubsidi agar bisa dijual dengan harga lebih tinggi.
Rangkaian pengungkapan tersebut dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah di sejumlah wilayah, yakni Kebumen, Demak, dan Sukoharjo.
Dari tiga perkara itu, polisi mengamankan empat tersangka. Nilai penyalahgunaan subsidi yang diungkap ditaksir mencapai lebih dari Rp11,2 miliar.
Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto mengatakan pola yang ditemukan menunjukkan adanya praktik yang telah dipersiapkan dan dilakukan secara berulang.
Tangki Mobil Disulap Jadi Penampung Solar
Salah satu kasus terungkap di SPBU 43.543.15 Kelapagada, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, pada 1 September 2026.
Petugas mencurigai sebuah Isuzu Panther yang berulang kali melakukan pengisian bio solar.
Kecurigaan itu berujung pada pemeriksaan kendaraan. Polisi menemukan mobil tersebut telah dimodifikasi dengan 12 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter.
Baca Juga: Bansos Diputus Gara-gara Judol, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Datangi Rumah Nenek Darmi
Tangki modifikasi itu dilengkapi pompa elektrik sehingga solar yang dibeli dapat dipindahkan dari tangki kendaraan ke jeriken.
Namun yang membuat polisi semakin curiga bukan hanya modifikasi kendaraan.
Petugas juga menemukan 10 barcode BBM subsidi dan 13 pasang pelat nomor kendaraan.
Perangkat tersebut diduga digunakan untuk melakukan pembelian berulang di sejumlah SPBU dengan identitas kendaraan yang berbeda.
“Saat diperiksa, kendaraan itu telah dimodifikasi dengan 12 jeriken berkapasitas masing-masing 35 liter,” kata Djoko di Semarang, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, pola tersebut menunjukkan adanya mekanisme yang sengaja disiapkan untuk mengumpulkan solar subsidi dalam jumlah besar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus
-
18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026