- Pertumbuhan ekonomi Kota Semarang sebesar 6,49 persen pada 2025 menarik minat investor sektor otomotif energi baru.
- LEPAS bekerja sama dengan PT Mitra Auto Sinergi membuka dealer LEPAS MAS Semarang di Jalan DI Panjaitan.
- Dealer baru tersebut menyediakan layanan 3S serta menawarkan dua model kendaraan elektrifikasi, yaitu LEPAS E4 EV dan L8 PHEV.
SuaraJawaTengah.id - Pertumbuhan ekonomi Kota Semarang yang mencapai 6,49 persen pada 2025 mulai menjadi daya tarik bagi investor untuk memperluas bisnis, termasuk di sektor otomotif berbasis energi baru.
Potensi tersebut salah satunya terlihat dari ekspansi jaringan kendaraan listrik premium melalui pembukaan LEPAS MAS Semarang di Jalan Mayor Jenderal DI Panjaitan, Kota Semarang.
Dealer yang merupakan hasil kerja sama LEPAS dengan PT Mitra Auto Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar New Energy Vehicle (NEV) di Jawa Tengah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang yang mencapai 6,49 persen menunjukkan aktivitas ekonomi di ibu kota Jawa Tengah tersebut terus bergerak.
Menurutnya, kondisi tersebut turut membuka peluang bagi masuknya investasi baru ke berbagai sektor.
“Pertumbuhan ekonomi Kota Semarang 6,49 persen pada 2025 lalu. Investor terus datang,” kata Agustina.
Ia berharap investasi yang masuk ke Semarang tidak hanya memperluas aktivitas bisnis, tetapi juga mampu berkembang dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah.
“Semoga PT MAS bisa bertumbuh di Semarang,” ujarnya.
Ekspansi jaringan LEPAS menjadi salah satu gambaran bagaimana pelaku industri otomotif mulai membaca potensi pasar Semarang di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat menuju kendaraan rendah emisi.
Baca Juga: Jateng Disebut 'Minimarket Bencana', Ahmad Luthfi Minta Relawan Bergerak Cepat!
Pasarnya pun tidak lagi semata-mata bertumpu pada kendaraan konvensional. Hingga triwulan I 2026, tercatat 22.434 kendaraan listrik telah berada di Jawa Tengah, dengan dukungan 283 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Pertumbuhan tersebut menjadi peluang bagi industri otomotif untuk memperluas ekosistem bisnis kendaraan elektrifikasi, mulai dari penjualan kendaraan, layanan purnajual, suku cadang hingga infrastruktur pendukung.
LEPAS MAS Semarang hadir dengan fasilitas layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts) di atas lahan sekitar 1.400 meter persegi dengan luas bangunan 1.200 meter persegi.
Artinya, ekspansi tersebut tidak hanya berbicara mengenai penjualan mobil, tetapi juga membuka aktivitas ekonomi baru di sektor jasa otomotif dan layanan purnajual.
Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, mengatakan Semarang menjadi salah satu wilayah yang dinilai penting dalam pengembangan jaringan LEPAS di Jawa Tengah.
“Kehadiran LEPAS MAS Semarang menjadi langkah LEPAS untuk memperluas jaringan di Jawa Tengah sekaligus semakin mendekatkan brand dengan konsumen di Semarang dan sekitarnya,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah