Budi Arista Romadhoni
Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB
Pimpinan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) di Jawa Tengah. [Suara.com/Budi Arista Romadhoni]
Baca 10 detik
  • Indosat Ooredoo Hutchison memperluas dan meningkatkan kapasitas jaringan 5G di Kota dan Kabupaten Semarang hingga mencapai 96 persen.
  • Penguatan jaringan internet berkecepatan tinggi ini bertujuan menopang berbagai aktivitas digital masyarakat seperti bekerja, hiburan, dan kecerdasan buatan.
  • Jaringan 5G tersebut juga berpotensi mendukung kegiatan ekonomi lokal dengan membantu pelaku UMKM mempromosikan produk secara daring.

SuaraJawaTengah.id - Penguatan jaringan 5G di Semarang tak lagi sekadar soal kecepatan internet. Teknologi ini mulai diarahkan untuk menopang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja dari rumah, bermain gim daring, mengakses kecerdasan buatan (AI), hingga membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjangkau pelanggan melalui platform digital.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan 5G di Kota dan Kabupaten Semarang. Cakupan Indosat 5G di Kota Semarang telah mencapai 96 persen.

Head of Circle Java IOH, Fahd Yudhanegoro, mengatakan pengembangan jaringan 5G di Jawa Tengah juga telah menjangkau sejumlah wilayah, mulai dari Brebes, Cilacap, hingga Pati.

Menurut Fahd, konektivitas berkecepatan tinggi tidak hanya dimanfaatkan untuk hiburan digital, tetapi juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk promosi produk UMKM melalui platform daring.

“Pemerintah Semarang ini sudah menangkap, yaitu smart city,” ujar Fahd, menyinggung perkembangan konsep kota cerdas di Semarang pada Kamis (29/10/2026). 

Ia menilai, pemanfaatan jaringan 5G dapat semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital. Pelaku UMKM, misalnya, dapat memanfaatkan konektivitas untuk mempromosikan produk, berinteraksi dengan konsumen, hingga melakukan siaran langsung atau live streaming.

Simulasi Aktivitas Digital Bersamaan

Head of Region Central Java IOH, Joko Tri Wibowo, mengatakan penguatan jaringan 5G dilakukan untuk mendukung beragam aktivitas digital masyarakat Semarang dan kabupaten di sekitarnya.

Indosat mengangkat empat pengalaman utama dalam pemanfaatan jaringan tersebut, yakni streaming, gaming, bekerja dari rumah atau work from home (WFH), serta penggunaan perangkat berbasis AI.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Tancap Gas di 2026: Laba Bersih Melonjak Berkat Strategi AI

Joko menjelaskan, Indosat melakukan simulasi penggunaan internet secara bersamaan dalam lingkungan rumah tangga menggunakan modem HiFi 5G.

Dalam simulasi tersebut, beberapa anggota keluarga menjalankan aktivitas berbeda. Seorang ayah menonton Netflix, ibu melakukan siaran langsung di TikTok, anak mengunduh gim daring, sementara anggota keluarga lainnya menggunakan internet untuk menjelajah berbagai situs.

Aktivitas tersebut dijalankan secara bersamaan untuk memperlihatkan kemampuan jaringan dalam menangani beragam kebutuhan digital dalam satu lingkungan.

Menurut Joko, pengujian itu menunjukkan jaringan 5G Indosat mampu mendukung aktivitas tersebut dengan lancar dalam simulasi yang dilakukan.

“Intinya jaringan kita bukan kaleng-kaleng,” kata Joko.

Ia menambahkan, penguatan jaringan ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, baik untuk bekerja, belajar, maupun menikmati hiburan digital.

Load More