Budi Arista Romadhoni
Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:00 WIB
Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara (paling kiri) saat memberikan keterangan pers di Kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Kamis (29/10/2026). [Suara.com/Eka Setiawan]
Baca 10 detik
  • Ketua KONI Kota Semarang Arnaz merespons insiden atlet pencak silat kejang akibat dibanting pada Porprov Jateng 2026.
  • Wasit tetap melakukan hitungan dan tidak segera meminta tim medis memberikan pertolongan setelah atlet tersebut terjatuh.
  • Pihak penyelenggara menyatakan keselamatan atlet adalah prioritas dan insiden ini menjadi bahan evaluasi perbaikan standar operasional.

SuaraJawaTengah.id - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara merespons insiden atlet pencak silat yang dibanting hingga kejang namun wasit tak segera memberi instruksi pertolongan medis melainkan masih melakukan counting (menghitung). Insiden itu terjadi di salah satu laga cabor silat kompetisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026.

Arnaz mengatakan ketika pertandingan digelar, setidaknya ada 3 instrumen utama yang melekat, yakni; wasit, official dan penanganan tim medis.

“(Persoalan atlet silat sampai kejang namun wasit tetap counting?) Wasit ini kan penguasa lapangan, bisa jadi wasit ini belum berpengalaman,” kata Arnaz saat konferensi pers di Kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Kamis (29/10/2026).

Dia menyebut, memang ada standar operasional prosedur (SOP) termasuk pertandingan silat. Namun, tetap harus melihat kondisi riil di lapangan apa yang terjadi, apakah terjadi kedaruratan atau penilaian lain.

Dia bercerita, atlet bisa saja protes karena apa yang dilihat kasat mata, sebenarnya di sisi lain, atlet ini masih bisa melanjutkan pertandingan. Namun demikian, Arnaz mengatakan keselamatan atlet harus menjadi prioritas utamanya.

“Ini momentum bagus untuk evaluasi (SOP),” sambungnya.

Diketahui, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang atlet pencak silat sudut biru tampak kejang setelah dibanting lawan tandingnya. Setelah terjatuh, kepalanya membentur lantai, atlet itu tampak kejang, tapi wasit malah melakukan counting tidak segera meminta medis untuk memberikan pertolongan.

Insiden ini menuai banyak komentar di media sosial. Mereka mempertanyakan SOP seperti apa, dan apakah itu tidak berisiko mengancam keselamatan atlet itu sendiri.

Di sisi lain, dr. Ilham dari Bidang Kesehatan Porprov Jateng juga merespons peristiwa tersebut. Dia menyebut, memang ada SOP dari masing-masing cabor jika terjadi gangguan kesehatan atau kedaruratan.

Baca Juga: Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya

Salah satu SOPnya adalah ketika jatuh, dihitung 1 sampai 10 kemudian baru ditolong. Dia tak menampik, insiden itu juga menjadi bahan masukan untuk memperbaiki SOP terutama untuk keselamatan atlet ketika bertanding.

“Saat ini atlet tersebut kondisinya membaik,” lanjutnya.

Kontributor : Eka Setiawan

Load More