- Ratusan siswa dan guru SMPN 1 serta MTsN 3 Pati mengalami keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis.
- Jumlah korban keracunan makanan di Kabupaten Pati meningkat menjadi 259 orang pada hari Kamis, 10 September 2026.
- Sebanyak 48 korban menjalani rawat inap dan 139 orang lainnya menerima perawatan jalan di berbagai fasilitas kesehatan.
SuaraJawaTengah.id - Imbas keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati mulai menambah korban, baik dari anak didik maupun tenaga pendidik. Gejala-gejala itu muncul sejak Rabu, 9 September 2026 tepatnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gembong dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pati.
Ratusan anak-anak dan guru mengalami mual, pusing, muntah, hingga diare. Mereka serentak merasakan gejala yang bermacam-macam karena diakui sempat menyantap MBG yang disajikan pada Selasa, 8 September 2026 siang.
Jumlah korban keracunan MBG hingga Kamis, 10 September 2026 per 09.00 WIB sebanyak 259 orang. Jumlah ini bertambah dibandingkan kemarin yang berada di angka 236 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo menyampaikan jumlah korban keracunan MBG hingga per 09.00 WIB, yang bergejala 259 orang. Yang dirawat inap sebanyak 48 orang, sedangkan yang dirawat jalan sebanyak 139 orang.
"Kamis, 10 September 2026 cuti off per jam 09.00 WIB jumlah korban dugaan kermak (keracunan makanan) MBG, bergejala 259 orang, ranap (rawat inap) 48 orang, dan rajal 139 orang," paparnya saat dikonfirmasi Suara.com, pagi ini.
Para pasien rawat inap ini ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Begitu pula pasien rawat jalan mendapat perawatan intensif dan pantau medis di berbagai faskes.
Pasien keracunan MBG yang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo ada 23 orang, RS Mitra Bangsa ada 12 orang, RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) ada 12 orang, dan RS Fastabiq Sehat ada 1 orang. Sedangkan, pasien MBG yang rawat jalan di RSUD Soewondo ada 104 orang, di RS Mitra Bangsa ada 31 orang, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gembong ada 3 orang.
"Ranap 48 orang meliputi RSUD Soewondo 23, RS Mitra Bangsa 12, RS KSH 12, RS Fastabiq Sehat 1. Rajal 138 orang meliputi RSUD Soewondo 104, RS Mitra Bangsa 31, RS KSH 0, RS Fastabiq Sehat 0, Puskesmas Gembong 3," sebut Luky dalam laporannya.
Kontributor: Singgih Tri
Baca Juga: 777 Orang Diduga Keracunan MBG di Rembang, Operasional SPPG Lasem Disuspend
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama