- PT KAI Daop V Purwokerto berkomitmen mengembalikan bentuk asli bangunan eks Stasiun Banjarnegara setelah melakukan pembongkaran.
- Kepastian tersebut disampaikan dalam kegiatan peninjauan bersama TACB Banjarnegara dan Dinas Pariwisata pada hari Kamis.
- KAI akan berkonsultasi dengan BPK Jawa Tengah serta meminta izin kepada Bupati Banjarnegara sebelum melanjutkan renovasi.
BPK Jawa Tengah direncanakan melakukan peninjauan langsung ke eks Stasiun Banjarnegara pada Senin mendatang.
TACB Soroti Nilai Sejarah Eks Stasiun
Ketua TACB Banjarnegara, Heni Purwono, mengapresiasi sikap kooperatif PT KAI dalam merespons persoalan pembongkaran tersebut.
Menurut Heni, eks Stasiun Banjarnegara bukan hanya bangunan yang berkaitan dengan sejarah perkeretaapian, tetapi juga menyimpan jejak perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat Banjarnegara.
"Ini bukan sekadar stasiun pemberhentian kereta api. Ada sejarah transportasi dan juga sejarah penting lain seperti kereta SDS merupakan urat nadi mengapa pergerakan Syarikat Islam tumbuh pesat di Banjarnegara," kata Heni.
Ia juga menyebut keberadaan stasiun tersebut berkaitan dengan sejarah komoditas perkebunan di kawasan tengah Banjarnegara.
Karena itu, Heni menilai keaslian bangunan perlu dijaga agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tidak hilang.
"Jangan sampai generasi mendatang buta akan sejarah kotanya," ujarnya.
Heni juga membuka peluang kolaborasi antara PT KAI dan komunitas sejarah untuk mengembangkan eks Stasiun Banjarnegara sebagai pusat sejarah perkeretaapian SDS atau Serajoedal Stoomtram Maatschappij.
Baca Juga: Sudah Jadi Cagar Budaya, Eks Stasiun Banjarnegara Malah Dibongkar untuk Perkantoran
Menurutnya, pengembangan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian sejarah perkeretaapian di Banjarnegara.
"Kami baru saja berangan-angan kemarin dengan adanya peringatan 130 tahun SDS yang digelar teman-teman BHHC di Purwokerto," katanya.
"Ke depan stasiun ini bisa menjadi cagar budaya nasional dan ada arsip Memori Kolektif Bangsa tentang SDS. Kalau semua berkolaborasi, pasti hal itu bisa dilaksanakan," imbuh Heni.
Pemanfaatan Bangunan Tetap Bisa Dilakukan
Sementara itu, Pamong Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Khotijah, menegaskan pihaknya tidak melarang pemanfaatan kembali bangunan eks Stasiun Banjarnegara.
Menurutnya, bangunan cagar budaya justru perlu dimanfaatkan agar tidak terbengkalai dan mengalami kerusakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas