- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melatih 5.040 bendahara KDKMP hingga akhir November 2026 di Karanganyar.
- Pelatihan ini bertujuan memperkuat tata kelola keuangan, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana koperasi desa.
- KDKMP diharapkan mampu menjalankan kegiatan ekonomi, memasarkan produk UMKM, dan menyejahterakan masyarakat.
Jangan Sampai Hanya Menjadi Lembaga Usaha di Atas Kertas
Selain tata kelola keuangan, KDKMP juga diharapkan mampu menjalankan fungsi ekonomi yang lebih luas. Salah satunya mendukung distribusi barang kebutuhan masyarakat sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Linda mengatakan, koperasi diharapkan dapat menjadi mitra pemasaran bagi pelaku UMKM sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan demikian, keberadaan KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat distribusi barang, tetapi juga mampu memperkuat rantai pasok dan perputaran ekonomi masyarakat desa.
Di sisi lain, keberhasilan fungsi tersebut membutuhkan perencanaan bisnis yang matang. Koperasi harus mampu membaca kebutuhan pasar, menentukan jenis usaha yang relevan, serta membangun jaringan distribusi yang berkelanjutan.
Tanpa perencanaan dan pengelolaan yang tepat, keberadaan modal maupun infrastruktur belum tentu berbanding lurus dengan kemampuan koperasi menghasilkan pendapatan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga meluncurkan Sistem Informasi Fit and Proper Test (SI FIT) Koperasi. Sistem ini ditujukan untuk mendukung proses uji kelayakan dan kepatutan pengurus sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan.
Penguatan kompetensi pengurus dan bendahara, penyempurnaan data, serta peningkatan tata kelola diharapkan dapat mendorong KDKMP tumbuh menjadi koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan program KDKMP tidak semata-mata diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, pengurus yang tersertifikasi, maupun besarnya sumber daya yang telah dialokasikan.
Baca Juga: Atlet Silat Event Porprov Jateng Meninggal Dunia: Sempat Cedera di Tengah Kompetisi
Lebih dari itu, indikator keberhasilan perlu terlihat dari kemampuan koperasi menjalankan usaha, mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan, membuka akses pasar bagi UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat desa dan kelurahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya