Desahan Hati Penghuni Sunan Kuning

Bengkel berahi yang mulai ramai dikunjungi sejak Tahun 1963 ini akan ditutup Agustus mendatang.

Chandra Iswinarno
Rabu, 19 Juni 2019 | 08:15 WIB
Desahan Hati Penghuni Sunan Kuning
Suasanan Kompleks Sunan Kuning Kota Semarang yang akan ditutup pada 17 Agustus 2019. [Suara.com/Adam Iyasa]

Perempuan asal Jawa Timur itu juga khawatir, penutupan Sunan Kuning bisa menimbulkan dampak penyakit sosial lainnya pun kasus pemerkosaan dikhawatirkannya banyak terjadi.

"Pelanggan yang biasa ke sini, ditutup, dia mau lampiaskan kemana? ada wanita di jalan bisa jadi korban, malah pemerkosaan," jelasnya.

Pengelola Resos Argorejo yang sekaligus Ketua RW 4 Kalibanteng Kulon, Suwandi meminta Pemkot Semarang memperhatikan warga binaan dan masyarakat sekitar yang hidup dari keberadaan Lokalisasi Sunan Kuning.

"Agar anak-anak bisa sekolah, tidak jadi preman. Selama saya kelola sudah ada yang lulus haid sarjana, jadi jangan buat warga kami sengsara," ujarnya.

Baca Juga:Mereka yang Mengais Rezeki dari Efek Bisnis Esek-esek Sunan Kuning

Dibawah kendali Suwandi, ada sekitar 177 usaha wisma karaoke dengan 476 warga binaan para pekerja seks (PSK). Warga sekitar juga telah dihidupi dari efek bisnis lokalisasi berupa warung makan, kelontongan, penatu, salon, dan lainnya.

Kontributor : Adam Iyasa

REKOMENDASI

News

Terkini