Jelajahi 'Little Netherland', Menpar: Sudah Mirip Amsterdam

Menpar Arief Yahya menyarankan untuk pengembangan Kota Lama bisa mencontoh pengelolaan yang berkelas dunia pula.

Chandra Iswinarno
Sabtu, 22 Juni 2019 | 22:12 WIB
Jelajahi 'Little Netherland', Menpar: Sudah Mirip Amsterdam
Menpar Arief Yahya berfoto di salah satu titik yang berada di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (22/6/2019). [Suara.com/Adam Iyasa]

Dia yakin, pada akhir 2019 Kota Lama Semarang mampu masuk dalam daftar world heritage UNESCO, dan bisa dinobatkan menjadi kota pusaka warisan dunia.

"Sertifikasi dari UNESCO sebagai world heritage city, akan mudah menjual berkelas dunia, dan pengembangannya akan lebih mudah menjadi standar kelas dunia juga," paparnya.

Menpar menyarankan untuk pengembangan Kota Lama bisa mencontoh pengelolaan yang berkelas dunia pula.

"Contoh benchmark ke perusahaan di Spanyol, Paradores, dia sudah 90 tahun banyak mengelola situs heritage di beberapa negara," katanya yang sudah tiga kali ke Kota Lama.

Baca Juga:Jelang Sincia di Semarang: Bergaya Naik Motor Sespan di Kota Lama

Cantiknya Kota Lama Semarang diharapkan Menpar juga dibarengi dengan adanya zona bebas kendaraan bermotor. Hal itu bisa dilakukan melalui studi dengan mempertimbangkan keadaan sekitar.

"Pedestrian Kota Lama sangat dinikmati wisatawan, bisa ada car free day misal di weekend tapi itu perlu studi," katanya.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, revitalisasi Kota Lama akan menghidupkan kawasan yang dikenal 'Little Netherland' kembali hidup.

"Infrastruktur kita kejelasan, mulai dari jalan dan pedestrian dengan batu andesit. Lampu jalan, kursi, sampai ducting kabel bawah tanah," katanya.

Ratusan bangunan juga sudah direvitalisasi dengan banyak digerakan pada sektor ekonomi yang berdampak menggeliatnya perekonomian warga sekitar.

Baca Juga:Ada Roh Little Netherland di Festival Kota Lama Semarang

"Banyak kafe, resto, galeri UMKM, hotel, galeri seni, dan lainnya. Spot instagrambele juga kita poles dengan menjaga keasliannya, ini agar tetap berkesan kuno mirip di Eropa atau menjadi 'Little Netherland' nya Indonesia," tukasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini