Ingin Menggelar Upacara HUT RI di Puncak Gunung Slamet, Ini Syaratnya

Chandra Iswinarno
Ingin Menggelar Upacara HUT RI di Puncak Gunung Slamet, Ini Syaratnya
Ilustrasi Gunung Slamet. [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Pihaknya pengelola melarang pendaki berada di puncak Gunung Slamet melebihi pukul 10.00 WIB dengan pertimbangan faktor keamanan dan keselamatan pendaki.

Suara.com - Merayakan HUT Kemerdekaan RI di ketinggian, seperti puncak Gunung Slamet menjadi salah satu pilihan bagi para pendaki gunung. Agenda yang kerap dilakukan tiap tahun tersebut kerap diminati karena memiliki sensasi yang berbeda.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihak pengelola pendakian Gunung Slamet jalur Bambangan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mempersilakan untuk menggelar upacara di gunung tertinggi Jawa Tengah tersebut. Namun, pihak pengelola memastikan tidak menggelar agenda tersebut

“Jadi kalau kegiatan resmi dari pengelola pendakian jalur Bambangan (dalam peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di puncak gunung) tidak ada. Tapi kalau ada pendaki atau kelompok-kelompok pendaki ingin melaksanakan kegiatan di hari H 17 Agustus nanti, seperti upacara atau apa, itu tidak kita larang, selama tidak melanggar regulasi pendakian,” kata Manajer Bisnis Perhutani KPH Banyumas Timur Sugito saat dihubungi Suara.com, Kamis (8/8/2019). 

Sugito mengatakan, regulasi pendakian utamanya menekankan pada faktor keselamatan dan lingkungan. Untuk faktor keselamatan, pendaki dilarang berada di puncak Gunung Slamet melebihi batas satu jam. 

Lebih lanjut ia menilai, lama waktu satu jam di puncak sudah dirasa cukup untuk menikmati negeri di atas awannya gunung tertinggi kedua di Jawa tersebut. 

"Jadi satu jam saya rasa sudah cukup, dan cukup menggigil maksudnya. Karena pengalaman saya di sana, kemarin-kemarin ini, dalam satu jam sudah dingin sekali. Padahal, sudah pakai jaket ditambah pakai jas hujan model baju itu, sudah tidak kuat dinginnya,” kata Sugito. 

Pengalaman itu kemudian menjadi pertimbangan pihaknya dalam menentukan  regulasi, terutama di tengah musim kemarau ini. 

“Perhitungan kami, untuk upacara dan istirahat itu cukup waktu satu jam,” kata Sugito lagi. 

Pihaknya juga melarang pendaki berada di puncak Gunung Slamet melebihi pukul 10.00 WIB. Larangan itu juga mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan pendaki. 

“Jadi ketika pagi sampai di puncak, jam 10 itu sudah harus turun. Karena kalau sudah jam 10 itu belerangnya sudah berbahaya,” kata dia. 

Kemudian regulasi dari pihaknya juga tertuju pada bendera dan atribut lain yang tidak boleh ditinggal. Begitu juga dengan barang bawaan lainnya, supaya tidak menyisakan sampah di gunung dan jalur pendakian. 

“Untuk kembang api atau sejenisnya, kan sejak awal memang sudah dilarang, baik pada hari biasa atau hari tertentu seperti HUT RI nanti,” kata Sugito. 

Sugito belum bisa memastikan berapa pendaki yang hendak merayakan HUT RI dengan mendaki di gunung tersebut.

“Tapi memang, untuk puncak minat pendaki di bulan Agustus, itu biasanya di tanggal-tanggal (17 Agustus) itu, sesuai pengalaman tahun-tahun lalu,” kata dia. 

Kontributor : Teguh Lumbiria

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS