Melawan saat Mau Dikurbankan, Sapi dari Bali Ngamuk Robohkan Atap

Reza Gunadha
Melawan saat Mau Dikurbankan, Sapi dari Bali Ngamuk Robohkan Atap
Ilustrasi - Tukang jagal ditendang sapi kurban.

Karena itu ketika mau disembelih, sapi ini seperti melawan dengan menendang-nendang dan berontak.

Suara.com - Pemotongan hewan kurban di Masjid Al Mutaqin, Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (11/8) akhir pekan lalu, membuat warga setempat geger.

Sebab, satu dari enam sapi yang hendak disembelih di masjid tersebut mengamuk dan panitia ikut menjadi sasaran amukan.

Bahkan akibat amukan sapi itu, kajang atau atap seng yang dipasang untuk menaungi para penata daging di dekat masjid porak poranda dan roboh. Diduga, sapi itu memang memiliki karakter liar atau sapi umbaran.

“Sapi yang mengamuk itu mungkin dari Bali. Biasanya sapi dari Bali itu sapi umbaran atau liar sehingga galak tapi biasanya dagingnya kesat,” ujar salah seorang panitia kurban, Faisal, di Colomadu seperti diberitakan Solopos.com--jaringan Suara.com, Senin (12/8/2/2019).

Menurut dia, sejak awal tiba sapi yang sebenarnya berukuran kecil dibanding lima sapi lainnya sudah nendang-nendang.

Karena itu ketika mau disembelih, sapi ini seperti melawan dengan menendang-nendang dan berontak.

Akibatnya, salah seorang panitia yang ikut menenangkan sapi tersebut tangannya terkena tendangan sapi hingga memar. Amukan sapi yang berlangsung beberapa saat ini baru bisa diatasi setelah sapi agak lelah.

Tetapi atap kajang dari seng tersebut telanjur roboh sebagian. Pasalnya, tiang penyangga seng yang menjadi tambatan juga roboh.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS