Isi Bak Penampungan Air, Napi Rutan Boyolali Kabur Lewat Rumah Dinas Bupati

Chandra Iswinarno
Isi Bak Penampungan Air, Napi Rutan Boyolali Kabur Lewat Rumah Dinas Bupati
Rutan Boyolali. [Solopos.com]

Ali menyebut, dugaan sementara Budiono kabur dengan cara memanjat pagar teralis besi sebelah barat rutan.

SuaraJawaTengah.id - Seorang narapidana kasus pencurian yang menjadi penghuni Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Boyolali melarikan diri pada Jumat (10/1/2020) sore. Peristiwa tersebut terjadi saat napi yang diketahui bernama Budiono alias Cipto (19) bertugas mengisi bak penampungan air.

Dari informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan Suara.com, Warga Desa Lembu Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang tersebut kabur sekitar pukul 16.15 WIB.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali Muhammad Ali mengatakan pada saat itu, Budiono mendapat tugas mengangkat air dari bak penampungan di dalam blok untuk memasukkan ke kamar napi.

“Memang, ada satu narapidana kami yang kabur. Saya sudah berkoordinasi dengan Polres Boyolali,” ujarnya seperti diberitakan Solopos.com, Minggu (12/1/2020).

Ali menyebut, dugaan sementara Budiono kabur dengan cara memanjat pagar teralis besi sebelah barat rutan. Saat Budiono berjalan di kanopi ke arah barat, petugas rutan yang berjaga sempat memergokinya dan langsung mengejar.

Namun, petugas kehilangan jejak Budiono. Terakhir, Budiono terlihat petugas di wilayah belakang Rumah Dinas Bupati Boyolali.

“Saya berharap napi tersebut bisa ditemukan dalam waktu dekat. Guna mencegah kasus serupa terulang, saya akan melakukan evaluasi, termasuk lebih selektif mengawasi napi saat beraktivitas,” ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Mulyanto, membenarkan kabarnya salah satu narapidana di Rutan II B Boyolali yang kabur.

“Penyelidikan awal di sekitar tempat tinggal mereka. Kami juga koordinasi dengan Polres sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan napi itu kabur ke luar kota. Polres Boyolali sudah menerjunkan aparatnya untuk mengejar napi yang kabur tersebut. Mudah-mudahan bisa segera ditangkap dan diserahkan kembali ke Rutan Boyolali,” ujarnya.

Budiono sendiri diketahui dijerat kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Kecamatan Wonosegoro.

“Perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan, Pasal 363 KUHP,” jelasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS