Kisah Haru Ibu Bisu Tuli Sembuh dari Virus Corona, Tak Boleh Keluar 14 hari

Pebriansyah Ariefana
Kisah Haru Ibu Bisu Tuli Sembuh dari Virus Corona, Tak Boleh Keluar 14 hari
Update virus corona Covid-19 global (Dok. Pixabay/Congerdesign)

Dia warga Mangkubumen, Solo.

SuaraJawaTengah.id - Kisah harus datang dari seorang ibu rumah tangga difabel di Mangkubumen, Banjarsari, Solo. Ibu difabel itu sembuh dari virus corona, Sabtu (9/5/2020) kemarin.

Pasien asal Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari, itu diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah uji swab secara polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan hasil negatif dua kali berturut-turut.

Warga Mangkubumen, Solo, yang sembuh dari Covid-19 itu merupakan pasien ke-17. Sebelumnya, pasien ke-16 yang juga ibu rumah tangga asal Kelurahan Gilingan, Banjarsari, juga sudah dinyatakan sembuh.

IRT asal Mangkubumen yang baru saja sembuh adalah penyandang disabilitas bisu dan tuli yang bekerja sampingan sebagai buruh cuci.

Tanpa riwayat bepergian keluar kota, ia ditengarai menjadi salah satu pasien transmisi lokal.

Dengan demikian, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sembuh di Kota Solo hingga Minggu (10/5/2020) totalnya 12 orang. Sedangkan jumlah pasien positif corona tidak ada penambahan, tetap 27 orang.

“Meski sudah sembuh, dia dan keluarganya tetap tidak boleh keluar rumah sampai 14 hari ke depan. Hal itu untuk memastikan kesembuhannya,” terang Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, dihubungi Solopos.com, Minggu sore.

Jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga Minggu belum ada pembaruan dibanding data Sabtu (9/5/2020). Angkanya tetap di 27 orang dengan perincian, 12 pasien sembuh, empat meninggal, dan sisanya 11 orang masih dirawat di rumah sakit.

Sementara data kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) terus bergerak menjadi 145 orang. Mereka yang meninggal 25 orang, yang masih dirawat inap ada 28 orang, dan PDP sembuh 92 orang.

Satu PDP terakhir meninggal pada Sabtu yakni perempuan berusia 50-an tahun asal Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres. Sedangkan PDP meninggal pada Minggu, pria berusia 70-an tahun asal Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres.

“Kedua PDP yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit komorbid,” jelas Ahyani.

Mengutip data dari corona.jatengprov.go.id pada Minggu hingga pukul 15.59 WIB, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di Solo berjumlah 34 orang.

Perinciannya, 19 pasien di RSUD dr Moewardi Solo, delapan pasien di RS Kasih Ibu, dua pasien di RSUD Bung Karno, empat pasien di RS PKU Muhammadiyah, dan satu pasien di RS dr Oen Kandangsapi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS