Pat Gulipat Binsis Sepeda Bekas saat Pandemi Corona di Banyumas

Pebriansyah Ariefana
Pat Gulipat Binsis Sepeda Bekas saat Pandemi Corona di Banyumas
Sejumlah warga berolahraga menggunakan sepeda di Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Paling tidak dijual 10 sepeda sehari.

SuaraJawaTengah.id - Tak cuma di Ibu Kota Negara para pesepeda membludak di jalan raya, di Banyumas juga. Penjualan sepeda bekas di sana untung besar.

Rusyadi (65), pedagang sepeda bekas yang menjajakan dagangannya di Pasar Cilongok, Kabupaten Banyumas, mengaku meraup untung banyak dampak dari trend bersepeda.

"Lumayan ini, ada peningkatan penjualan. Sehari biasanya saya paling banter bisa jual 5 sepeda, tapi sekarang saya bisa jual paling tidak 10 unit," kata Rusyadi di Pasar Cilongok, Rabu (24/6/2020).

Kenaikan penjualan tersebut menurut Rusyadi sudah terjadi dalam dua bulan terakhir. Ia biasa menggelar lapak dagangannya, mengikuti kalender pasaran jawa.

"Tidak setiap hari, tapi hanya setiap pasaran manis. Ini kebetulan saya bawa 33 sepeda dari berbagai jenis. Yang lagi banyak dicari sepeda gunung. Harganya tergantung kondisi barang. Kalo yang masih bagus seperti ini saya jual Rp 2 juta," jelasnya.

Sepeda yang ia jual berasal dari berbagai tempat. Ada juga yang sengaja menitipkan sepedanya untuk dijualkan dengan sistem perhitungan tersendiri agar Rusyadi tetap mendapat untung.

Para pembelinya pun dari berbagai wilayah. Biasanya mereka mencari sepeda bekas untuk anaknya. Darso (45), salah satunya. Ia sengaja datang bersama anaknya dari Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang untuk mencari sepeda keinginan anaknya.

"Ini anak saya lagi pengin sepeda gunung. Karena ikut-ikutan temannya saja lagi banyak yang sepedaan," akunya.

Ia memenuhi permintaan anaknya karena selain untuk berekreasi juga agar anak sekalian berolahraga. Selain itu juga agar anak tidak terus-terusan bermain gawai di dalam rumah.

"Daripada bermain hp terus, ya tidak apa-apa kalau kepingin sepeda. Sebenarnya anak saya sudah punya, tapi kecil. Jadi ini minta yang besar," lanjutnya.

Darso mengaku membeli sepeda bekas karena ditoko harganya lebih mahal. Berbeda jika membeli sepeda bekas, selain harganya lebih terjangkau juga bisa ditawar.

Kontributor : Anang Firmansyah

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS