Remaja Tewas Saat Latihan Silat, Orang Tua Akui Keberatan Anaknya Ikut PSHT

Chandra Iswinarno
Remaja Tewas Saat Latihan Silat, Orang Tua Akui Keberatan Anaknya Ikut PSHT
FAR, bocah 15 tahun yang tewas saat latihan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). (Solopos)

Orang tua FAR selama ini selalu mengalihkan hobi anaknya agar tidak hanya fokus pada PSHT.

SuaraJawaTengah.id - Ratih Rejeki, masih syok dengan kejadian tewasnya anak pertamanya, FAR yang meninggal saat mengikuti latihan silat di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Raut sembab terlihat jelas dari air muka Perempuan berusia 34 tahun mengingat nasib nahas sang anak. Saat ditemui di rumahnya, dia sedang hamil besar

Ketika didatangi Kontributor Suara.com di rumahnya, Ratih mengingat detik-detik kejadian nahas yang menimpa sang anak pada Sabtu (7/7/2020). Kala itu, FAR pamit untuk mengikuti latihan kenaikan tingkat. Sebelum ujian kenaikan tingkat, anaknya memang diminta untuk berpuasa dulu. Sore sebelum berangkat latihan, FAR memang berbuka puasa. Selain itu anaknya juga membawa bekal untuk latihan.

Sudah selama setahun terakhir anaknya memang ikut berlatih silat di PSHT. Meski dia dan suaminya Danang Slamet Widodo (41) sejak awal tidak senang dengan anaknya ikut PSHT.

”Sebenarnya saya dan suami tidak suka anak saya ikut PSHT. Tapi dia nggak berani keluar, takut nantinya ada apa-apa. Makanya dia tetap ikut,”ucapnya saat ditemui di rumahnya di desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo, Selasa (7/7/2020).

Bahkan, orang tua FAR selama ini selalu mengalihkan hobi anaknya agar tidak hanya fokus pada PSHT. Orang tuanya rela membelikan merpati agar dia beralih hobi memelihara merpati.

”Dia juga suka adu balap merpati. Bahkan sama bapaknya, kemarin itu sebelum berangkat, siangnya dia juga adu merpati itu,” ucapnya.

Selama ini orang tuanya selalu mendukung FAR dalam semua hobi dan kesukaannya. Sejak kecil FAR merupakan anak yang berbakat dalam sepak bola. Dulunya, dia sering diajak teman-temannya untuk pertandingan antar kampung (tarkam). Saking seringnya tarkam, FAR bahkan dilirik oleh Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 1 Solo.

”Dia kan dulunya ikut SSB. Bahkan sering pertandingan kemana-mana. Makanya dari sekolah olahraga yang ada di SMPN 1 Solo itu meminta dia sekolah disana. Tapi karena terlanjur masuk SMPN 2 Gatak, Sukoharjo, makanya dia nggak mau pindah,”ucapnya.

Lulus dari SMPN 2 Gatak, FAR yang dikenal penurut ini sudah diterima di SMKN Muhammadiyah Kartosuro. Dia sudah mendapat kain untuk seragam sekolahnya. Saat upacara pemakaman kemarin, para guru dari SMK Muhammadiyah Kartosuro juga datang untuk melayat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS