Indeks Terpopuler News Lifestyle

Ini Dia, Gadis Penjual Kopi Berparas Cantik yang Viral di Banyumas

Budi Arista Romadhoni Rabu, 16 September 2020 | 16:16 WIB

Ini Dia, Gadis Penjual Kopi Berparas Cantik yang Viral di Banyumas
Melani Yustika, penjual kopi instan berparas cantik. (Suara.com/Anang Firmansyah)

Namanya Melani, penjual kopi yang mendadak menjadi perbincangan kalangan masyarakat

SuaraJawaTengah.id - Bagi sebagian orang usia belasan tahun adalah usia yang pas untuk bermain dan belajar bersama teman sekolah. Namun berbeda bagi Melani Yustika (17) atau yang akrab disapa Meli ini.

Gadis berparas cantik kelahiran 4 Juni 2003 ini sudah bekerja menjadi penjual kopi di warung Berkat Elia di Terminal Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

"Sering digodain sama sopir terus penumpang yang lewat. Ga tau kenapa. Tapi ya biasa aja, ga risih. Mereka juga baik. Mungkin karena sudah akrab juga sama mereka. Tiga tahun saya disini sih," katanya saat ditemui Suara.com, Rabu (16/9/2020).

Meli sapaan akrabnya, mengaku lulusan SMP Maarif Ajibarang. Namun karena sudah ingin memiliki penghasilan sendiri serta keterbatasan ekonomi, membuatnya cepat-cepat ingin bekerja setelah lulus jenjang pendidikan.

"Pertama tetangga itu nawarin kerjaan ke saya yang diposting lewat facebook. Terus saya langsung hubungin bos saya yang sekarang ini," lanjutnya.

Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, rupanya sangat berpengaruh dengan kondisi terminal. Biasanya ia membuatkan puluhan gelas kopi untuk sopir dan penumpang angkutan desa, kini anjlok drastis hanya tinggal belasan.

"Sepi banget, biasanya ya sehari sekitar 50 puluhan gelas, tapi sekarang paling ya belasan. Jadi saya disuruh sama bos buat jagain anaknya di rumah. Karena masih ada anak kecil umur empat tahun," terangnya.

Ia sebenarnya bercita-cita menjadi dokter. Namun karena satu dan lain hal, ia mengurungkan niatnya. Terlebih sejak kecil ia diasuh oleh kakek dan neneknya.

Ia sebenarnya tidak hanya membuatkan kopi saja. Bosnya yang memiliki studio foto tepat di samping kios kopi kerap menyuruhnya memotret. Kemampuan memotret diajarkan oleh bosnya sejak pertama kali dia masuk.

"Iya bisa motret, dahulu pertama masuk kan memang jadi karyawan sini, tapi bos saya buka usaha kopi juga di sebelah sini, jadi kemudian di suruh membuatkan kopi," lanjutnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait