Ia mengatakan partai politik yang tidak memiliki calon sendiri sehingga lebih memilih untuk berkoalisi dengan partai penguasa merupakan langkah pragmatis.
"Dia sudah kalah sebelum bertanding, lebih memilih untuk berkoalisi dengan calon yang kuat. Partai politik ini justru tidak menggunakan haknya mencari kader terbaiknya sebagai calon. Bisa jadi juga dari sisi kaderisasi partai lemah," tukas dia.
Antara
Baca Juga:Tak Dapat Rekom dari PAN di Pilkada Kukar, AYL: Tidak Ada yang Gratis