Film Kehidupan Mantan Tahanan Politik Karya Sineas Solo, Tayang di Korsel

Film dokumenter You and I tayang perdana di festival film dokumenter Korea Selatan

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 18 September 2020 | 09:16 WIB
Film Kehidupan Mantan Tahanan Politik Karya Sineas Solo, Tayang di Korsel
Potongan adegan film dokumenter You and I yang bakal tayang perdana di DMZ International Documentary Film Festival, Korea Selatan. (Istimewa/ Dok.You and I)

SuaraJawaTengah.id - Film dokumenter You and I besutan sutradara Solo Fanny Chotimah mendapat kehormatan dengan tayang perdana (world premier) di DMZ International Documentary Film Festival, Korea Selatan.

Dilansir dari Solopos.com media jaringan Suara.com, dokumentasi kehidupan dua perempuan lanjut usia (lansia) mantan tahanan politik tersebut juga tembus seleksi Asian Competition.

Festival bergengsi yang biasanya diikuti sineas dari berbagai negara di dunia tersebut digelar Kamis (17/9/2020) - Kamis (24/9/2020) di Korea Selatan (Korsel).

Fanny dan tim sedianya diundang ke Korsel untuk menghadiri world premier debut film panjangnya. Namun dibatalkan karena pandemi corona virus disease (Covid-2019).

Baca Juga:Kasus Covid-19 Terus Naik, Pemkot Solo Pastikan Tak Ambil Kebijakan PSBB

You and I menceritakan persahabatan Kaminah, 70, dan Kusdalini, 74. Keduanya bertemu di penjara setengah abad lalu saat sama-sama menjadi tahanan politik. Setelah dibebaskan, mereka hidup bersama hingga masa tuanya di Solo.

Fanny menyoroti relasi persahabatan keduanya. Keseharian mereka yang diisi dengan kesederhanaan dan kehangatan meskipun masa lalunya penuh dengan memori perjuangan yang terabaikan.

“Kaminah dan Kusdalini, mantan tahanan politik Indonesia, bertemu di penjara dan kemudian tak terpisahkan selama lebih dari setengah abad. Terlepas dari perubahan hidup, mereka menunjukkan keindahan menjadi tua yang datang dengan konsekuensinya. Saling hidup dan menjaga,” terangnya.

Riset karya dokumenter panjang ini dimulai 2016 lalu. Fanny bertemu kedua tokoh utama secara tak sengaja saat mengantar rekannya seorang fotografer. Mendengar kisah para mantan aktivis tersebut, ia pun tertarik mendokumentasikan dalam sebuah film.

Namun ide itu tak langsung bisa dieksekusi. Butuh pendekatan cukup lama agar kedua tokoh utama nyaman dengan Fanny dan tim.

Baca Juga:Trik Jitu Sineas Lokal Tembus Panggung Internasional, Eden: Kuncinya Tekun

Apalagi proses pengambilan gambar mereka tak sebentar. Ia beberapa kali berkunjung untuk membangun relasi dengan keduanya. Sampai akhirnya diterima.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini