Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Haduh! BPJamsostek Coret 1,7 Juta Rekening Penerima BSU

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 18 September 2020 | 14:27 WIB

Haduh! BPJamsostek Coret 1,7 Juta Rekening Penerima BSU
Ilustrasi uang rupiah dan pekerja (Kolase foto/suara.com)

Rekening yang dicoret tersebut dikembalikan kepada perusahaan, karena tidak memenuhi kriteria penerima bantuan subsidi

SuaraJawaTengah.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau BP Jamsostek mencoret 1,7 juta rekening calon penerima subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU). Jumlah tersebut merupakan dari total 14,7 juta rekening yang telah diajukan perusahaan.

Direktur Utama BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan langkah ini dilakukan seusai proses validasi tahap kedua yang menunjukkan calon penerima tidak memenuhi kriteria penerima bantuan subidi upah/gaji.

Adapun proses validasi tahap pertama dengan perbankan yang dilakukan untuk mengecek kesesuaian rekening telah menjaring 14,5 juta rekening calon penerima.

BP Jamsostek masih melakukan proses validasi terhadap 133.000 rekening dan 73.000 rekening yang dikembalikan ke perusahaan untuk konfirmasi. Konfirmasi ini untuk memutuskan apakah pemilik rekening itu memenuhi syarat menerima subsidi gaji.

“Setelah lolos validasi dengan bank, kami validasi tahap kedua berdasarkan kriteria kepesertaan. Dari 14,5 juta rekening ada 12,8 juta yang valid dan 1,7 juta tidak valid karena tidak sesuai kriteria. Ini tidak bisa dilanjutkan dan di-drop,” kata Agus dilansir dari Solopos.com, Jumat (18/9/2020),

Pimpinan BP Jamsostek itu memastikan 1,7 juta rekening adalah miliki pekerja yang tak memenuhi kriteria penerima bantuan subsidi gaji senilai Rp600.000 per bulan selama empat bulan.

Sebagaimana diatur dalam Permenaker Nomor 14/2020, kriteria utama penerima bantuan subsidi gaji ini haruslah WNI dan aktif sebagai peserta BP Jamsostek sampai Juni 2020.

Selain itu, penerima subsidi gaji memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan sebagaimana laporan pemberi upah, dan memiliki rekening bank yang aktif.

Agus menambahkan 12,8 juta rekening yang telah valid sebagian besar telah diberikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk proses check list sebelum menerima transfer.

BP Jamsostek tercatat telah menyerahkan 11,8 juta data calon penerima dalam empat tahap.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait