Meski pasangan Hendi-Ita diusung dan didukung seluruh partai politik dalam Pilkada 2020, dia memperkirakan ada yang memilih kotak kosong saat pemungutan suara nanti.
"Kalau 100 persen memilih Hendi-ita kecil kemungkinannya. Pasti ada yang pilih kotak kosong," kata dosen politik dan pemerintahan Undip tersebut.
Dalam realita politik, lanjut dia, merupakan hal yang wajar jika masyarakat ada yang memilih kotak kosong dalam pemilu yang hanya diikuti calon tunggal.
Kehendak partai politik pengusung dan pendukung, menurut Yuwanto, belum tentu merepresentasikan kehendak rakyat.
Baca Juga:Cabub Independen Lamongan, Suhandoyo Dipecat Dari Kader PDI Perjuangan
Meski demikian, kondisi tersebut tidak perlu menjadi hal yang perlu dipikirkan secara serius karena pasangan Hendi-Ita bakal menang mutlak dalam Pilkada 2020.
Justru yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, kata dia, memastikan partisipasi pemilih tetap tinggi untuk datang ke TPS pada tanggal 9 Desember 2020.
"Ini bukan hanya tugas KPU, tetapi tugas seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Ia mencontohkan partai politik pengusung dan pendukung Hendi-Ita harus lebih menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
"Jangan sampai karena berpikir Hendi-Ita pasti jadi, kemudian tidak datang ke TPS," katanya.
Baca Juga:Bawaslu Tertibkan 969 Alat Peraga Sosialisasi Pilwalkot Medan
Antara