Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sempat Jadi Klaster, Warung Makan Bu Fat Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Budi Arista Romadhoni Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:20 WIB

Sempat Jadi Klaster, Warung Makan Bu Fat Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
Pengunjung Warung Makan Kepala Mayung Bu Fat di cek suhu tubuh sebelum masuk. (Ayosemarang.com/dok)

Warung makan Bu Fat menyajikan makanan khas Kota Semarang, yaitu masakan kepala ikan manyung

SuaraJawaTengah.id - Sempat menjadi klaster penyebaran Covid-19, Warung Makan Kepala Mayung Bu Fat sudah buka kembali. Pengelola disipilin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Warung makan khas Kota Semarang itu baru buka Kembali sekitar dua minggu lebih sejak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Dilansir dari Ayosemarang.com, pengelola Warung Makan Kepala Mayung Bu Fat, Teguh Sutrisno menerangkan, para penggemar kepala mayung Bu Fat tidak khawatir. Sebab, dengan penerapan 3M yakni wajib memakai masker, wajib mencuci tangan dan menjaga jarak.

Pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat mulai cek suhu tubuh, cuci tangan dan pakai masker.

“Penerapan protokol kesehatan kita didampingi dari Puskesmas Krobokan, serta masukan dari Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Semarang Barat. Kita beri tahu kepada masyarakat Warung Makan Kepala Mayung Bu Fat sudah buka lagi mulai, Selasa (22/9/2020),” katanya, Kamis (15/10/2020).

“Kapasitas ruang juga sudah kita kurangi 50 perssen untuk pengunjung dan penerapan jaga jarak. Pengunjung mau masuk kita cek suhu, cuci tangan. Kita juga sediakan masker, kalau ga mau pake masker ya tidak usah masuk,” sambungnya. 

Dia mengaku dampak pemberitaan klaster Covid-19 di rumah makan itu cukup besar. Pihaknya ingin mengembalikan nama warung makan khas Kota Semarang yang legendaris itu dengan acara tasyukuran tersebut.

Ia menambahkan dampak pandemi membuat penjualannya turun sampai 75 persen di awal merebaknya Covid-19. Padahal waktu itu dia mempekerjakan 30 orang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait