Kisah Bandar Judi Bertobat, Ingin Naik Haji Tahun Depan

Pak Ko yang menjadi bandar judi togel selama 30 tahun terakhir dengan omzet Rp80 juta per hari itu telah membulatkan tekad meninggalkan dunia hitam

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 03 November 2020 | 11:42 WIB
Kisah Bandar Judi Bertobat, Ingin Naik Haji Tahun Depan
Ilustrasi judi togel. (Pixabay/Hermann)

SuaraJawaTengah.id - Dunia hitam tak selamanya menjadi tempat pencarian penghasilan. Seorang bos judi togel pun akhirnya bertobat. 

Dia adalah Pak Kocrit alias Pak Ko, 55, seorang bandar judi kelas kakap di Klaten, Jawa Tengah, yang menyatakan bertobat.

Pak Ko yang menjadi bandar judi togel selama 30 tahun terakhir dengan omzet Rp80 juta per hari itu telah membulatkan tekad meninggalkan dunia hitam.

Dilansir dari Solopos.com, lepas dari dunia preman dan bandar judi kelas kakap, Pak Ko memutuskan mencari duit halal. Saat sekarang, Pak Ko membuka berbagai usaha wisata dan kuliner.

Baca Juga:Takut Ada Gelombang PHK, Ganjar: Apindo Enggak Usah Takut

Sebagai bentuk penebusan dosa, Pak Ko mengaku akan lebih giat mendalami ilmu agama dan bertekad melaksanakan ibadah haji dan umrah paling cepat tahun depan.

Bukan dengan uang hasil judi, tapi Pak Ko akan mengumpulkan uang halal dari bisnis barunya di bidang wisata dan kuliner tersebut untuk modal naik haji dan umrah.

Di dunia premanisme dan perjudian di Klaten, nama besar Pak Ko telah berkibar sejak tahun 1990. Saat memutuskan meninggalkan dunia hitam, Pak Ko juga berpamitan dengan teman-temannya yang masih berkecimpung di dunia premanisme dan perjudian.

Meski godaan untuk kembali ke dunia hitam itu masih ada, Pak Ko mengaku tak akan mencla-mencle dengan keputusan yang telah diambil.

Pak Ko bernama lengkap Aditya Kristiawan. Suami dari Yeni Imelda Fiatun ini saat sekarang berdomisili di Jl. Dewi Sartika, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.

Baca Juga:Kasus Covid-19 di Jateng, Ganjar: Tren Kasus Aktif dan Angka Kematian Turun

Sebelum menjadi bandar judi kelas kakap di Klaten, Pak Ko dikenal sebagai tukang jambret, tukang copet, dan sebutan lainnya yang bernada negatif.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini