facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Bandar Judi Bertobat, Ingin Naik Haji Tahun Depan

Budi Arista Romadhoni Selasa, 03 November 2020 | 11:42 WIB

Kisah Bandar Judi Bertobat, Ingin Naik Haji Tahun Depan
Ilustrasi judi togel. (Pixabay/Hermann)

Pak Ko yang menjadi bandar judi togel selama 30 tahun terakhir dengan omzet Rp80 juta per hari itu telah membulatkan tekad meninggalkan dunia hitam

"Aku ngrugekke [merugikan] masyarakat wis akeh [sudah banyak]. Aku wis tobat dan berhijrah. Saiki aku pengen nulung [menolong] masyarakat. Agar dosaku sedikit terkurangi. Agar sing gawe urip [Tuhan] iso ngampuniaku. Aku pengen mendalami ilmu agama. Jika ada rezeki halal, aku ingin umrah dan naik haji tahun depan. Tak sekadar haji-hajian. Harus resik tenan atiku dan dari uang yang halal," kata Pak Ko saat ditemui wartawan di Kedai Kopi Bima 66 di pojok Alun-alun Klaten, Senin (2/11/2020) malam.

Aditya Kristiawan alias Kocrit atau Pak Ko. (Solopos.com/Ponco Suseno)
Aditya Kristiawan alias Kocrit atau Pak Ko. (Solopos.com/Ponco Suseno)

Langkah Pak Ko pensiun dari dunia preman dan bandar judi berawal dari pergolakan batin yang panjang. Kali pertama hati Pak Ko tergugah ingin meninggalkan dunia hitam saat dirinya berada di dalam penjara.

"Selama di dunia hitam, saya sudah tiga kali masuk penjara. Pertama tahun 2006 (lima bulan), 2015 (enam bulan), dan 2019 (1 tahun 4 bulan). Setiap saya di penjara itu pasti pas hari raya [Idul Fitri]. Saya menangis saat mendengar takbir. Saat di penjara di tahun 2019 itu, saya sudah membulatkan tekad untuk bertaubat," kata Pak Ko.

Di samping muncul dari lubuk hatinya paling dalam untuk bertaubat, kisah Pak Ko yang kembali ke jalan yang benar juga banyak dipengaruhi anggota keluarganya.

Baca Juga: Takut Ada Gelombang PHK, Ganjar: Apindo Enggak Usah Takut

Yeni Imelda Fiatun, 46, selaku istri Pak Ko, mengaku bahagia melihat suaminya telah bertobat. Sebagai seorang istri, Yeni berharap apa yang menjadi keinginan Pak Ko, yakni ingin pergi berhaji dan umrah dapat terlaksana dengan baik.

"Keputusan ini di luar dugaan saya sebagai istri. Saya juga selalu berdoa saat malam hari. Saat suami ingin hijrah, saya dan anggota keluarga juga diajak ngobrol sebanyak 4-5 kali," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait