Kisah Eks Napi Teroris, Bebas dari Penjara Jadi Seles dan Akhirnya Bertani

Terlibat konflik di Poso yang membuatnya diganjar hukuman penjara selama lima tahun

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 17 November 2020 | 07:10 WIB
Kisah Eks Napi Teroris, Bebas dari Penjara Jadi Seles dan Akhirnya Bertani
Eks napi kasus terorisme asal Karanganyar, Aris Widodo. Foto diambil Kamis (29/10/2020). (Solopos/Mariyana Ricky PD)

"Tapi, ya sudah, ini bagian dari takdir saya," ujar Aris.

Aris menyebut hingga saat ini masih menggarap lahan sawah seluas 3.000 meter. Berbekal kartu tani, ia bisa membeli pupuk bersubsidi yang bisa ia aksesnya dengan mudah. Selain itu, bantuan dari BNPT ikut membuat usahanya itu berjalan lancar.

Ihwal perjalanannya hingga ditangkap, Aris mengaku tak mendapat indoktrinasi dari kelompok tertentu, melainkan hanya mengikuti kajian dan buku-buku. Ia yang tak setuju dengan bom bunuh diri tersebut hanya menjalankan keyakinannya saat itu, membantu umat muslim yang dizalimi.

Kepercayaan

Baca Juga:Kesejahteraan Petani Masih Rendah, Cukai Tembakau Diminta Tak Naik

Aris enggan menyebut dirinya sebagai sosok berpikiran radikal hingga ingin mencelakai orang lain. Namun, jika umat Islam dizalimi oleh siapa pun, ia hanya ingin berjihad dan membantu mereka.

“Kepercayaan saya begitu. Tapi saya enggak lantas mau diminta membunuh siapa begitu. Saya masih harus melihat apa alasannya karena saya yakin saat konflik terjadi, selalu ada masyarakat awam. Tapi, entah kenapa karena saya mengirim surat itu saya dianggap sebagai simpatisan JI,” kisahnya.

Apa pun itu, Aris melanjutkan saat ia dianggap melakukan tindakan terorisme, ia hanya bisa pasrah.

"Saya hanya ingin berpesan bahwa tindakan apa pun yang berniat mencelakai orang lain adalah salah dan seharusnya tidak dilakukan, apa pun alasannya," ujarnya.

Baca Juga:Pulang Dari Ladang, Petani Ogan Ilir Tertembak di Punggung

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini