Terawan: Simulasi Vaksinasi Indonesia, Di Dunia Dianggap yang Pertama

Simulasi digelar untuk mempersiapkan standar operasional prosedur dan tata cara pelaksanaan sehingga apabila program tersebut dijalankan maka puskesmas segera siap.

Siswanto
Rabu, 18 November 2020 | 12:08 WIB
Terawan: Simulasi Vaksinasi Indonesia, Di Dunia Dianggap yang Pertama
[ABC]

"Kalau berita kan terus saja dinamikanya luar biasa tetapi berkomunikasi dengan badan dunia itu yang terpenting. Ya (vaksin) belum datang, nanti kalau datang pertama pasti akan diumumkan. Ini belum ada yang datang, saya cerita apa?" kata Terawan.

Saat ini, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman juga mengembangkan vaksin Merah Putih sebagai vaksin COVID-19 buatan dalam negeri.

"Vaksin Merah Putih tanyakan kepada Menteri BRIN yang jadi leading sector supaya lebih detail, supaya tidak salah," kata Terawan.

Terawan menilai bahwa perkembangan vaksin di dunia tampak menjanjikan.

Baca Juga:Tak Sebut Merek, Jokowi Pastikan Beli Vaksin yang Masuk Daftar WHO

"Sampai detik ini kan berkembang terus. Kita tidak bisa ngomong apa-apa sebelum lihat list mana yang ada di WHO yang datang yang mana, akan kita sampaikan tapi on schedule. Bapak Presiden selalu on schedule. Kita upayakan, kita akan lakukan apa yang Bapak Presiden sudah katakan," kata Terawan.

Pemerintah Indonesia sudah meneken kesepakatan untuk pengadaan 143 juta dosis konsentrat vaksin dengan perusahaan farmasi asal China yaitu Sinovac, Sinopharm dan CanSino masing-masing 65 juta dan 15 juta hingga 20 juta konsentrat vaksin. Vaksin itu rencananya akan diproduksi oleh BUMN PT. Bio Farma.

Uji klinis tahap ketiga vaksin COVID-19 Sinovac sedang dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sejak Agustus 2020 dan sudah ada 1.620 orang relawan yang mendapatkan suntikan pertama dan belum ditemukan efek samping.

Bio Farma diminta untuk mulai menyiapkan vaksin COVID-19 siap edar sebanyak tiga juta dosis mulai November 2020 tapi penggunaannya tetap menunggu persetujuan dari BPOM.

Selain dengan China, Indonesia menjalin kerja sama vaksin dengan perusahaan teknologi G-24 asal Uni Emirat Arab pertengahan Agustus dengan memasok 10 juta dosis vaksin melalui kerja sama dengan PT. Kimia Farma.

Baca Juga:Kelebihan Vaksin Moderna Dibanding BioNtech

Kemudian masih ada 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi AstraZeneca diharapkan dapat dilakukan pengiriman pertama pada kuartal kedua 2021. [Antara]

REKOMENDASI

News

Terkini