Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng

BMKG mengimbau warga Jawa Tengah selatan waspada hujan lokal meski wilayah tersebut mulai memasuki musim kemarau. Masyarakat diminta bijak gunakan air di masa peralihan cuaca

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:25 WIB
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
Ilustrasi hujan mengguyur jawa tengah. [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
Baca 10 detik
  • BMKG memberikan peringatan dini potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Jawa Tengah bagian selatan pada Juni 2026.
  • Hujan di wilayah Banyumas dan sekitarnya dipicu oleh faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus di masa peralihan musim.
  • Meskipun karakteristik musim kemarau telah muncul, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan bijak dalam mengelola ketersediaan air bersih.

SuaraJawaTengah.id - Warga Jawa Tengah mendapaatkan peringatan dini dari  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hujan masih berpotensi terjadi.  

BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap menyebutkan hujan masih berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan meskipun sebagian besar daerah telah menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih tercatat di sejumlah wilayah Jateng selatan, terutama di Kabupaten Banyumas.

"Berdasarkan pantauan di beberapa pos pengamatan curah hujan, masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada 4 Juni 2026. Curah hujan yang tercatat di beberapa pos berkisar antara 16-20 milimeter per hari," katanya dikutip ANTARA di Cilacap, Jumat (5/6/2026). 

Baca Juga:Babak Baru APINDO Jateng: Kolaborasi Kuat untuk Ekosistem Ekonomi yang Sehat

Menurut dia, hujan yang terjadi di Banyumas pada Kamis (4/6) dipicu oleh faktor lokal berupa pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sekitar wilayah tersebut.

Dalam hal ini, kata dia, pertumbuhan awan konvektif tersebut menyebabkan terjadinya hujan setempat meskipun secara umum kondisi atmosfer mulai mengarah pada musim kemarau.

Ia mengatakan wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya yang merupakan bagian dari Jateng selatan saat ini telah memperlihatkan sejumlah ciri musim kemarau, antara lain suhu udara pada pagi hari yang mulai terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.

Selain itu, lanjut dia, pada siang hari sinar matahari terasa lebih terik karena tutupan awan semakin sedikit sehingga radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi.

"Dari pantauan arah angin juga sudah mulai dominan dari arah timuran yang merupakan salah satu karakteristik musim kemarau," katanya.

Baca Juga:Kabar Baik PPDB Jateng 2026: Kuota SMA/SMK Negeri Ditambah Jadi 231.724 Kursi

Ia mengatakan hasil pencatatan curah hujan selama Mei 2026 menunjukkan wilayah Cilacap bagian barat yang meliputi Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, dan Cimanggu serta wilayah Kota Cilacap secara umum masih mencatat curah hujan lebih dari 150 milimeter per bulan sehingga masih tergolong musim hujan.

Sementara itu, kata dia, wilayah lain di Kabupaten Cilacap telah mencatat curah hujan kurang dari 150 milimeter per bulan.

“Bahkan, Kecamatan Binangun menjadi wilayah dengan curah hujan terendah, yakni 53 milimeter per bulan,” katanya.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.

Ia mengatakan sejumlah wilayah Banyumas seperti Banteran, Jatilawang, Cikidang, dan Lumbir mencatat curah hujan kurang dari 150 milimeter per bulan.

Bahkan, kata dia, wilayah Sumpiuh tercatat hanya menerima curah hujan 41 milimeter selama Mei 2026 dengan lima hari hujan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak