Senjakala Perajin Trompet Tahun Baru di Banyumas

Penjual trompet harus gigit jari tahun ini, pasalnya penjualan dilarang karena untuk menekan penyebaran Covid-19

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 23 Desember 2020 | 14:00 WIB
Senjakala Perajin Trompet Tahun Baru di Banyumas
Sudarmo,mencoba trompet buatannya di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Rabu (23/12/2020). (Suara.com/Anang Firmansyah)

"Istilahnya, produksi terompet saya bisa untuk hidup setengah tahun ke depan. Ya walaupun lelah tapi senang. Karena saya biasa mulai produksi untuk tahun baru sejak Bulan September," ujarnya.

Melihat kenyataan yang ada, dirinya pesimis untuk tahun-tahun ke depan penjualan terompet semakin lesu. Karena terlihat dari tahun lalu tren nya sudah mulai menurun. Kalah dari terompet buatan cina.

"Saya saat ini tinggal mengandalkan kiriman dari anak. Anak saya empat, sudah kerja dan berumah tangga semua. Tapi dalam sehari-hari saya kadang dapat pesanan sablon gelas. Lumayan hasilnya meski tidak sebesar trompet," lanjutnya.

Selama ini, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan sepeserpun dari pemerintah. Padahal itu sangat dibutuhkan untuk modal usahanya. Apalagi di tengah Pandemi seperti ini. Namun dirinya bertekad akan tetap membuat trompet di tahun-tahun mendatang meskipun tidak ada peminatnya.

Baca Juga:Banjir Rendam Jalur Penghubung Purbalingga-Banyumas

"Ya meski semakin berat, saya akan tetap membuat trompet. Karena ini yang membesarkan saya. Ini yang menghidupi keluarga saya sampai saya bisa menguliahkan tiga anak sampai lulus," ucapnya.

Untuk saat ini, dirinya menjual terompet dengan harga murah. Satu trompet berbentuk kupu yang biasa ia jual Rp 10 ribu, terpaksa ia jual hanya dengan harga Rp3.500 saja. Yang penting bisa balik modal.

Kontributor : Anang Firmansyah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini