alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BPBD Purbalingga Klaim Banjir di Kemangkon Faktor Curah Hujan Tinggi

Budi Arista Romadhoni Kamis, 28 Januari 2021 | 15:20 WIB

BPBD Purbalingga Klaim Banjir di Kemangkon Faktor Curah Hujan Tinggi
Air meluap dari dalam areal proyek pembangunan Bandara Jenderal Besar Sudirman, Rabu (27/1/2021) sore. (HESTEK.ID/tangkapan layar)

Bencana banjir terjadi di Purbalingga, BPBD mengklaim banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi

SuaraJawaTengah.id - Sebagian wilayah dua desa di Panican dan Majasem Kecamatan Purbalingga, Rabu (27/1/2021) sore tergenang banjir saat hujan lebat yang mengguyur sejak siang hari.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purbalingga, Soni menyebut banjir yang terjadi dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi di wilayah setempat.

"Banjir menggenangi jalan dan beberapa rumah warga. Yang dilaporkan itu ada lima rumah di RT 19 RW 7 Desa Panican yang tergenang banjir. Tapi sudah surut jam 19.35 WIB," katanya saat dihubungi, Kamis (28/1/2021).

Sedangkan untuk wilayah Desa Majasem, belum ada laporan banjir menggenang ke permukiman warga. Hanya menggenang di jalanan desa dengan ketinggian 30 cm.

Baca Juga: Pandeglang Banjir Parah, 9 Desa Terendam Sampai 1 Meter

"Sampai saat ini kami belum ada laporan terkait rumah warga yang terendam di Desa Majasem. Jadi tidak ada evakuasi warga," jelasnya.

Menurutnya banjir yang terjadi di wilayah setempat baru pernah terjadi pada tahun ini. Pada tahun sebelumnya, belum pernah ada laporan banjir masuk ke pihak BPBD Purbalingga.

"Semalem dari warga itu menyampaikan hal yang lumrah setiap hujan. Kondisinya seperti itu," tuturnya.

Disinggung mengenai banjir disebabkan setelah adanya proyek Bandara Jenderal Soedirman, dirinya tidak berani memastikan, karena belum menerima laporan resmi.

"Itu yang pasti karena curah hujan tinggi. Bukan dugaan lagi, karena informasi valid dari Klimatologi Semarang. Memang setiap saat kita ada peringatan dini, itu curah hujannya tinggi. Karena kemarin itu air hanya lewat saja tidak sampai merendam," pungkasnya.

Baca Juga: Tetap Buka saat Banjir, Kafe Ini Malah Jadi Tempat Wisata Dadakan

Kontributor : Anang Firmansyah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait