Ramai Soal Jasa Buzzer, Ini Tarif Jika Ingin Trending di Twitter

Buzzer memiliki kemampuan untuk melempar dan membuat viral suatu isu tertentu di dunia maya atau media sosial seperti twitter

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 16 Februari 2021 | 10:08 WIB
Ramai Soal Jasa Buzzer, Ini Tarif Jika Ingin Trending di Twitter
Ilustrasi jasa buzzer jika ingin trending di Twitter. [Suara.com/Iqbal Asaputro]

Hasilnya dapat diukur melalui kata kunci berupa tagar atau hashtag yang bertengger di kolom treding topic dalam kurun waktu tertentu. Kata kunci yang ingin dipopulerkan, ditentukan oleh pihak yang berkepentingan.

"Tarifnya juga beda-beda sih, semakin lama pengen jadi trending topic, semakin mahal tarifnya," ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk membuat suatu topik menjadi trending topic, pihak yang berkepentingan atau klien dapat bekerjasama dengan sebuah agensi atau jasa penyedia akun-akun buzzer. Nantinya, klien dapat menentukan kata kunci apa yang ingin dipopulerkan, berapa lama bertengger di trending topic, dan berapa luas jangkauan netizen yang dapat diraih.

"Sudah dijadwalkan kapan akan ngetwit, nanti penyedia jasa bisa langsung beraksi. Klien mah tau selesai saja, tau-tau sudah ada 2.000-an twit misalnya," ungkapnya.

Baca Juga:Diserang Buzzer Jokowi, JK: Bertanya Saja Tidak Boleh, Apalagi Kritik

Berdasarkan pengalamannya, untuk membuat trending topic selama satu sampai dua jam di jangkauan satu kota, dibutuhkan biaya mencapai Rp10 juta. Pembayaran tersebut umumnya dilakukan dengan sistem down payment.

"Bayar DP dulu, karena bisa saja gagal kalau ada topik lain yang lebih besar seperti ada tokoh meninggal dunia, atau artis Korea nikah misalnya. Kalau sudah ada yang seperti itu, (topik yang diinginkan) bisa saja tenggelam," paparnya.

Bila trending topic ingin dibuat bertengger lebih lama dengan jangkauan yang lebih luas, hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Namun, tarif yang dibutuhkan jelas jauh lebih mahal.

"Bisa saja sih dibikin trending nomor satu se-Indonesia, tapi tarifnya pasti mahal banget. Akun yang dibutuhkan lebih banyak. Saya enggak tahu besarannya kalau untuk yang itu," ungkapnya.

Memanfaatkan 'Giveaway' Tina mengatakan, saat ini membuat dan memelihara akun-akun Twitter bodong untuk menjadi buzzer adalah hal yang cukup sulit.

Baca Juga:Segini Tarif yang Dibanderol Buzzer untuk Bikin Viral dan Trending Topic

Pasalnya, dia mengatakan, Twitter beberapa kali sempat melakukan 'pembersihan' akun-akun bodong yang memiliki aktivitas tak wajar atau sudah lama tidak diakses oleh pemiliknya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini