“Bawang putih itu kan tergolong tanaman subtropis. Jadi kurang berkembang di Indonesia,” terangnya.
Impor
Di Jateng, lanjut Agus sebenarnya ada beberapa daerah yang menjadi sentra penghasil bawang putih seperti Temanggung, Karanganyar, dan Kabupaten Tegal.
Meski demikian, pasokan dari daerah-daerah itu tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Alhasil, pemerintah pun harus melakukan impor ke negara penghasil bawang putih, yakni Tiongkok.
Baca Juga:Gibran Resmi Jadi Walikota Solo
Meski demikian, impor tersebut tersendat tahun lalu menyusul pandemi Covid-19 yang melanda Tiongkok.
Selain bawang putih, ada dua komoditas bahan pokok lain yang ketersediaannya di Jateng juga mengalami minus. Dua komoditas itu yakni kedelai dan gula pasir.
“Kalau untuk bahan pokok lainnya kita tergolong surplus. Bahkan untuk beras tahun ini surplus sekitar 2,9 juta ton,” ujar Agus.