Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya mendorong balai rehabilitasi membuat program pemberdayaan bagi para penyandang disabilitas.
Sebelum membuka Sentra Kreasi Atensi di Balai Besar Disabilitas Kartini di Temanggung, Kementerian Sosial juga membuka program pemberdayaan di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) Pangudi Luhur di Bekasi, Jawa Barat.
“Ini memang tidak saya tunda-tunda Pak Gubernur. Saya yakin dengan segera dibuka, para saudara-saudara kita yang disabilitas bisa segera mendapatkan manfaatnya,” kata Risma saat membuka Sentra Kreasi Atensi, Balai Besar Disabilitas Kartini.
Nantinya, penerima manfaat dari balai rehabilitas tidak hanya diarahkan membuat kerajinan handycraft maupun batik ciprat. Tapi mulai dikembangkan ke laundry, kafe, dan ternak ayam petelor.
Baca Juga:Tanggapi KLB di Sumut, 35 DPC Partai Demokrat Se-Jateng Gelar Rakorda
Risma berharap dengan produksi telur ayam sendiri, harganya menjadi lebih murah sehingga terjangkau keluarga kurang mampu terutama penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
“Harga bisa ditekan, kalau di luar harga Rp18.500 kita hanya jual Rp18 ribu. Kami ajari juga hidroponik. Di balai yang lahannya masih luas, kami ajari menanam porang. Ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Risma.
Menurut Risma untuk memudahkan mobilitas penyandang disabilitas, Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Dr Soeharso, Solo mendapat instruksi membuat 300 kursi roda elektrik.
“Saya minta (balai rehabilitasi) yang di Cobinong untuk membuat sepeda motor roda 3. Harapannya saudara kita disabilitas yang menggunakan kursi roda bisa mendapat aksesibilitas yang lebih baik.”
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Baca Juga:Prostitusi Online di Solo Tarifnya Jutaan, Terima Jasa Threesome