Pihaknya mendapat alat GeNose ini mengantri dalam kurun waktu dua bulan. Setelah adanya informasi pembuatan alat tersebut, Gus Anam langsung berinisiatif pesan. Fungasi serta harga yang lebih murah tentu menjadi pertimbangannya.
"Jauh lebih murah tentunya. Kami membeli Rp 100 juta termasuk dengan plastik yang untuk sampel udara. Jumlahnya memang banyak itu plastiknya. Tahap pertama kita pesan 3000 plastik," tandasnya.
Sementara itu, santriwati Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2, Andini (15), mengaku senang pondok pesantrennya menggunakan alat tersebut. Karena beberapa waktu lalu, ia sempat pulang dan terkena sakit tipes.
"Terus pas balik kesini kan pakai alat itu, walaupun sudah sembuh setelah pulang dari rumah di Purbalingga langsung ditest, alhamdulilah hasilnya negatif. Dengan adanya alat ini merasa lebih aman. Karena hasilnya cepat," kata siswi kelas 1 SMA di Andalusia, Ponpes At Taujieh Al Islamy 2 ini.
Baca Juga:Inovasi GeNose dan Vaksin Nusantara, Pakar Ingatkan Tetap Wajib Izin BPOM
Kontributor : Anang Firmansyah