alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Laut Bakal Dikeruk Buat Proyek Tol, Nelayan dan Bupati Jepara Setuju

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 26 Maret 2021 | 16:50 WIB

Laut Bakal Dikeruk Buat Proyek Tol, Nelayan dan Bupati Jepara Setuju
Proses pembangunan ruas jalan tol Semarang-Demak. Pasir di perairan jepara direncanakan akan dikeruk untuk lahan tol (Dok Humas SG)

Bupati dan Nelayan di Jepara menyetujui pengerukan pasir di perairan Balong

SuaraJawaTengah.id - Rencana pengerukan pasir di perairan Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara masih terus berlanjut. Nelayan dan Bupati Jepara tidak menolak aktivitas tambang yang bisa merusak ekosistem laut itu.

Diketahui, dalam waktu dekat ada dua perusahaan, yaitu PT Bumi Tambang Indonesia (BTI) dan PT Energi Alam Lestari (EAL), yang akan mengeruk pasir di perairan Balong, Kabupaten Jepara.

Luas area yang akan dikeruk adalah 3.389 hektare area sedalam 30 sentimeter. Pasir dari paraiaran Jepara tersebut rencananya akan digunakan untuk menguruk tanggul pada proyek Tol Semarang-Demak.

Bupati Jepara Dian Kristiandi secara terang-terangan tidak menolak adanya penambangan pasir tersebut. 

Baca Juga: Bea Cukai Kudus Deteksi Produksi Rokok Ilegal di Jepara

Alasannya, pihaknya merasa tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada proyek tersebut. 

Melainkan yang mengeluarkan izin adalah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menurut Andi yang terpenting, adalah perusahaan yang menambang bisa memperhatikan lingkungan sekitar penambangan. 

Terutama terkait dengan Coorporate Social Responsibility (CSR). Andi juga meminta agar perusahaan menyalurkan CSR-nya dengan baik. 

”Saya meminta, yang penting, siapapun yang mengantongi izin penambangan ini adalah memperhatikan lingkungan. Salah satu contohnya yaitu mampu memberikan saluran CSR nya dengan baik. Ketika itu tidak terperhatikan, maka saya akan melakukan evaluasi dan koordinasi dengan provinsi,” tegas Andi (25/3/2021).

Baca Juga: Duh! Berprofresi sebagai Petani, Pasutri Jepara Ini Kepergok Pakai Sabu

Terpisah Marwaji, Ketua Paguyuban Kelompok Nelayan (PKN), justru mengaku tidak mempermasalahkan pengerukan itu. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait