alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mitos Ki Angkong Penjaga Jalan Magelang-Purworejo

Ronald Seger Prabowo Rabu, 12 Mei 2021 | 21:00 WIB

Mitos Ki Angkong Penjaga Jalan Magelang-Purworejo
Makam Ki Angkong yang berada di tepi jalan Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Magelang. [Suara.com/Angga Haksoro Ardi]

Penduduk setempat meyakini, sopir akan selamat melalui tanjakan jika melempar uang ke makam Ki Angkong yang berada di tepi jalan.

SuaraJawaTengah.id - Sehari sebelum Lebaran jalan penghubung Kabupaten Magelang-Purworejo ramai dilalui kendaraan. Sejumlah tanjakan di ruas jalan ini rawan kecelakaan.

Kecelakaan sering terjadi terutama di kawasan perbatasan Kecamatan Salaman (Magelang) dengan Kecamatan Bener (Kabupaten Purworejo). Selain curam, jarak tanjakan di ruas jalan ini tergolong panjang.

Kecelakaan fatal terakhir terjadi pada 8 April 2021 yang menyebabkan satu korban meninggal dan belasan lainnya luka-luka. Kecelakaan disebabkan truk kontainer yang mengalami rem blong sehingga menabrak truk dan kendaraan pribadi.

Selain kondisi jalan yang menanjak dan berliku, banyak orang mengaitkan kecelakaan di ruas jalan Magelang-Purworejo dengan mitos-mitos. Salah satunya, mitos makam Ki Angkong di Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Magelang.

Baca Juga: Kritik Sekolah Online, Ini Potret Anak-anak Belajar di Tepi Sungai Progo

Penduduk setempat meyakini, sopir akan selamat melalui tanjakan jika melempar uang ke makam Ki Angkong yang berada di tepi jalan.

“Mulai dari nenek moyang kami sudah ada kepercayaan dari pengguna jalan untuk buang uang. Untuk mencari keselamatan disitu. Entah naik atau turun ke arah Purworejo maupun Magelang,” kata Kepala Dusun Sabrang, Zarkoni, Rabu (12/5/2021).

Menurut Zarkoni yang juga sesepuh Desa Margoyoso, Ki Angkong adalah sebutan untuk Kiai Ahwan. Konon kiai yang berasal dari Yogyakarta ini dimakamkan di bawah pohon beringin di tepi jalan tersebut.

Makam Kiai Ahwan yang berada tepat di kaki pohon beringi tak lagi dapat dikenali. Nisannya sudah tidak utuh dan dibelit akar pohon beringin sebesar lengan pria dewasa.

Selain makam Kiai Ahwan, di bawah pohon beringi itu terdapat juga belasan makam lainnya yang juga sudah berumur tua. “Bukan makam umum. Kalau yang saya ingat itu namanya Kiai Ahwan. Kiai Ahwan itu aslinya dari Yogyakarta. Dari Keraton,” ujar Zarkoni.

Baca Juga: Sensasi Ngabuburit di Masjid Kabah Kampung Wisata Kota Magelang

Dari arah Magelang, lokasi kompleks makam kuno ini berada di kanan jalan. Makam dengan nisan merah muda tampak mencolok sebagai penanda lokasi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait