Kota Semarang, Demak dan Pekalongan Jadi Daerah Zona Merah Rawan Tenggelam

Kota Semarang, Demak, dan Pekalongan akan tenggelam beberapa tahun lagi jika tidak diantisipasi sejak sekarang, setiap tahun tanah daerah tersebut terus turun

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 15 Mei 2021 | 14:47 WIB
Kota Semarang, Demak dan Pekalongan Jadi Daerah Zona Merah Rawan Tenggelam
Kondisi makam yang tenggelam di Tambaklorok Kota Semarang (suara.com/Dafi Yusuf)

SuaraJawaTengah.id - Ancaman tengelamnya di pesisir utara pulau jawa kian nyata. Tidak hanya di Pekalongan, tetapi Kota Semarang hingga Demak juga memiliki ancaman penurunan tanah. 

Pekalongan, Kota Semarang, dan Demak masuk kategori zona merah penurunan muka tanah serta abrasi yang meningkatkan risiko tenggelam.

Pada kenyataannya setiap tahun wilayah pantura termasuk Kota Semarang, Demak, dan Pekalongan, khususnya di bagian pesisir, mengalami banjir yang disebabkan pasang surut air laut atau biasa disebut rob.

Dilansir dari Solopos.com, Peneliti geodesi dari Institut Teknologi Bandung, Heri Andreas, tidak terkejut bila daerah-daerah di jalur pantura Pulau Jawa terendam banjir pada 2021 ini.

Baca Juga:Info Jalur Tikus Mudik Beredar di Facebook, Ini Langkah Polisi

Sebab, Heri dan timnya telah menemukan adanya penurunan tanah (land subsidence) yang mengerikan di jalur pantura sejak beberapa tahun lalu.

Sejalan dengan hal tersebut Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, mengatakan bahwa berdasarkan data hasil penelitian pada 2016-2018 tercatat penurunan permukaan tanah di pesisir Kota Semarang sekitar 10 cm per tahun.

Pada Desember 2020 lalu, Eko Budi Lelono yang menjabat sebagai Kepala Bada Geologi menyebut kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah berkembang pesat dari berbagai bidang.

Namun di balik perkembangan itu terdapat fenomena bencana geologi yang dapat merugikan di kemudian hari, yaitu penurunan tanah di beberapa wilayah termasuk Semarang, Demak, dan Pekalongan yang terancam tenggelam.

Fenomena ini mengakibatkan hilangnya lahan persawahan, tambak, pemukiman, serta tempat kegiatan ekonomi masyarakat yang disebabkan oleh bencana geologi tersebut.

Baca Juga:Heboh Info Jalur Tikus di Pantura Bocor ke Facebook, Polisi Bilang Begini

Fenomena amblesan tanah merupakan bahaya geologi (silent disaster) karena adanya penurunan massa tanah pada lapisan tanah yang mengakibatkan dataran menjadi banjir dan masuknya rob laut ke daratan.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mengetahui kapan kejadian amblesan tanah khususnya di Pantura ini akan berhenti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak