Berbeda dengan kupat, gudangan dalam hal ini dibuat secara dadakan. Sebab sambal parutan kelapa sebagai bumbu tidak bisa dibuat dalam waktu yang lama. Jika dipaksakan maka akan basi.
Juwarti juga membeberkan jika warganya belum banyak yang bisa membuat kupat. Dia pun berharap bisa terus sehat agar bisa terus memasak dan melestarikan tradisi ini.
“Semoga masih ada yang mau belajar dan meneruskan,” pungkasnya.
Baca Juga:Musim Pancaroba di Kota Semarang Diprediksi akan Terjadi Akhir Mei Ini