Sistem Zonasi di PPDB Berjalan 4 Tahun, Sudah Hapus Stigma Sekolah Favorit?

Kebijakan sistem zonasi di PPDB dibuat untuk menghapus stigma sekolah favorit, namun apakah kebijakan itu efektif?

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 24 Juni 2021 | 13:46 WIB
Sistem Zonasi di PPDB Berjalan 4 Tahun, Sudah Hapus Stigma Sekolah Favorit?
Ilustrasi siswa SMA. Kebijakan sistem zonasi di PPDB dibuat untuk menghapus stigma sekolah favorit, namun apakah kebijakan itu efektif? [Antara/Herman Dewantoro]

Sekolah Favorit’ Belum Sepenuhnya Hilang

Inspektur Jenderal Kemendikbudristek Chatarina Muliana Girsang menuturkan, memasuki tahun keempat adanya jalur zonasi pada PPDB dinilai telah menggeser mindset sebagian masyarakat.

“Mindsetnya masyarakat sudah mulai bergeser walaupun belum 100 persen,” kata Chatarina saat dihubungi Ayojakarta, Rabu 23 Juni 2021.

Dia menegaskan bahwa pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan zonasi salah satunya untuk mengubah mindset tentang ‘sekolah favorit’ yang sudah ada selama puluhan tahun. Chatarina juga menyampaikan, melalui jalur ini akan muncul jenis kepintaran pada peserta didik yang beragam.

Baca Juga:Hari Ketiga PPDB Online SMA di Kota Tangerang Masih Eror

“Sekolah favorit selama ini ditentukan oleh rata-rata nilai ujian nasional. Kita juga ingin mengubah mindset bahwa anak yang nilai ujian nasionalnya rendah, bukan anak bodoh. Kepintaran mereka tidak di ujian nasionalkan,” tuturnya.

Dari jalur zonasi ini, kata dia, para guru juga dituntut dapat meningkatkan kemampuan anak didiknya karena kondisi siswa yang tidak lagi homogen.

‘Sekolah Unggulan’ Tidak Bisa Dihapus

Juru Bicara Forum Orang Tua Murid (FOTM) DKI Jakarta Dewi Julia mengatakan keadaan di lapangan berdasarkan pandangannya. Pada kenyataannya, kata dia, masing-masing sekolah masih ada yang ‘unggul’ dalam segala hal seperti pendidikan, pengajaran, dan sistem sekolah.

“Kalau saya melihat ‘sekolah unggulan’ itu tidak bisa dihapuskan,” kata Dewi kepada Ayojakarta, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga:Link Pendaftaran PPDB SMP Negeri 2021 di Medan

Dewi memberikan contoh salah satu ‘sekolah unggulan’ di daerah Jakarta Timur yaitu SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni (SMANU MHT) Thamrin. Sekolah tersebut bahkan tahun ini ditetapkan menjadi sekolah terbaik nomor 1 di Indonesia. Hal itu berdasarkan hasil pemeringkat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini