Pada hari pertama zona 1 ditutup kemarin, jumlah wisatawan yang masuk ke Taman Wisata Candi Borodudur hanya mencapai 1.200 orang. Jumlah kunjungan di masa pandemi biasanya berkisar 1.600-2.000 wisatawan setiap hari.
Pada sesi pertama penerimaan pengunjung pagi hingga siang ini, tercatat baru sekitar 300 sampai 400 orang masuk ke objek wisata Borobudur. Diperkirakan jumlahnya lebih sedikit dibanding kemarin.
“Lonjakan Covid ini harus kita antisipasi betul. Minimal 3 M harus kita tegakan betul. Pengunjung wajib mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencegah kerumunan ini kami terapkan.”
Wisatawan asal Jakarta, Ucok Rangkuti mengaku bisa memahami pemberlakuan pembatasan kunjungan ke Candi Borobudur. Dia mengapresiasi langkah pengelola mencegah penularan Covid.
Baca Juga:Kasus Covid-19 Dispar Kulon Progo Meluas, Total Sebanyak 45 Orang Terpapar
“Kalau saya sih nggak kecewa. Biasa aja. Sekarang kan situasi masih pandemi. Dengan adanya pembatasan ini juga satu langkah yang baik dari pengelola,” kata Ucok.
Menurut Ucok, masih banyak destinasi wisata lainnya di kawasan Borobudur yang bisa dijadikan alternatif. Tujuan saya ke sini bukan hanya ke Candi Borobudur. Saya capek di Jakarta. Capek kerja, pandemi nggak bisa kemana-mana. Momen seperti ini saya keluar dari Jakarta saja sudah senang.”
Ucok yang baru tadi pagi tiba dari Jakarta merencanakan liburan selama 3 hari. Selama liburan ini, Ucok memilih menginap di Yogyakarta. “Rencana sampai tanggal 27 Juni. Saya nginap di Jogja dekat Tugu,” pungkasnya.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Baca Juga:Siapkan Kualitas SDM, The Mandalika Gelar Pelatihan untuk Pemuda di Desa Penyangga